News . 19/05/2026, 08:57 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Jagat media sosial Daerah Istimewa Yogyakarta sempat digemparkan oleh kabar seorang pria berinisial AWP (28) yang mengaku menjadi korban pengeroyokan kejahatan jalanan atau klitih di kawasan Manding, Sabdodadi, Bantul. Namun, jajaran kepolisian dari Polsek Bantul berhasil membongkar bahwa narasi tersebut merupakan berita bohong alias hoaks.
Warga Manding tersebut ternyata mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal, bukan menjadi korban kekerasan kelompok bersenjata. Korban sengaja mengarang cerita mengerikan itu demi melindungi kondisi kesehatan sang ibu yang sedang sakit keras di rumah.
Penyelidikan kasus ini bermula ketika anggota Polsek Bantul tengah melaksanakan patroli rutin pada Sabtu, 16 Mei 2026 dini hari. Hingga menjelang subuh, petugas tidak menemukan adanya pergerakan mencurigakan dari rombongan pemuda di sekitar Manding maupun Ring Road Bantul. Kejanggalan mulai tercium saat seorang warga mendatangi simpang empat Manding dan menanyakan peristiwa kecelakaan kepada polisi yang sedang berjaga.
Warga tersebut melaporkan bahwa dirinya baru saja mengantar rekan rekannya ke RS PKU Muhammadiyah Bantul akibat luka parah di bagian pelipis. Secara tiba-tiba, saksi ini mengklaim bahwa rekannya telah menjadi korban klitih.
Kapolsek Bantul, Kompol Rapiqoh, segera merespons laporan tersebut dengan menerjunkan tim penyidik ke lapangan. Petugas menyisir seluruh area yang disebut-sebut sebagai lokasi kejadian, namun tidak menemukan satu pun bukti fisik maupun tanda-tanda kekerasan jalanan.
"Kami bergerak cepat melakukan penyelidikan di Manding, termasuk mendatangi korban yang saat itu sedang menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Bantul," ujar Kompol Rapiqoh saat memberikan keterangan resmi, Senin 18 Mei 2026 sore.
Guna memastikan validitas data, Polsek Bantul bekerja sama dengan Tim Jatanras Polda DIY untuk melakukan penelusuran mendalam pada Minggu, 17 Mei 2026 siang. Polisi memeriksa sejumlah rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi dan meminta keterangan dari para saksi mata di lapangan.
Hasil analisis digital dan kesaksian warga justru menunjukkan fakta yang bertolak belakang dengan pengakuan AWP. Titik kejadian sebenarnya bukan berada di Ring Road Manding, melainkan di kawasan belakang Kantor Kalurahan Trirenggo, Bantul.
Sejumlah warga di sekitar Trirenggo mengonfirmasi bahwa mereka melihat AWP mengalami kecelakaan tunggal saat mengendarai sepeda motornya. Usai terjatuh, pria tersebut sempat bangkit berdiri sendiri kemudian langsung bergegas pergi meninggalkan lokasi menggunakan motornya kembali tanpa ada rombongan lain yang mengejar.
Berbekal bukti visual dan keterangan saksi yang akurat, Unit Reskrim Polsek Bantul kembali mendatangi rumah sakit untuk mengonfirmasi temuan tersebut kepada AWP. Di depan petugas, pria berusia 28 tahun itu akhirnya melunak dan mengakui seluruh kebohongannya.
Kompol Rapiqoh menjelaskan bahwa motif di balik aksi nekat AWP mengarang cerita klitih ini murni karena alasan keluarga. AWP merasa ketakutan jika ibunya mengetahui bahwa dirinya mengalami kecelakaan lalu lintas akibat kelalaian pribadi.
"Saat saya tanya kenapa mengarang cerita, dia bilang karena takut ibunya tahu tentang kejadian yang dialaminya. Kondisi ibunya saat ini sedang sakit di atas kursi roda, sehingga dia khawatir kondisi kesehatan ibunya akan semakin menurun jika mendengar kabar buruk ini," ungkap Kompol Rapiqoh.
Hingga saat ini, pihak keluarga dekat, termasuk bibi korban, masih merahasiakan keberadaan AWP yang sedang dirawat di rumah sakit dari sang ibu. Kondisi fisik AWP sendiri dilaporkan sudah dalam keadaan stabil dan tengah bersiap menjalani tindakan operasi pada bagian tulang pelipis. Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mudah menyebarkan isu kejahatan jalanan sebelum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media