News . 19/05/2026, 07:38 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk mengantisipasi potensi perubahan cuaca pada Selasa, 19 Mei 2026. Berdasarkan data pemantauan terbaru, seluruh kabupaten dan kota di DIY berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan sepanjang hari ini.
Kondisi atmosfer menunjukkan peningkatan kelembapan udara yang cukup signifikan di wilayah selatan Jawa. Kondisi tersebut memicu pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah Yogyakarta dan sekitarnya sejak pagi hingga menjelang malam hari.
Meskipun wilayah DIY terprediksi mengalami hujan ringan, suhu udara di beberapa titik tetap bertahan dalam kategori hangat. Kota Yogyakarta menjadi wilayah dengan estimasi suhu tertinggi hari ini, yakni mencapai 24 hingga 33 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara berkisar antara 67 hingga 98 persen.
Kondisi serupa juga membayangi wilayah Kabupaten Bantul. BMKG memperkirakan suhu di bumi Projotamansari ini berada pada rentang 24 sampai 32 derajat Celsius. Sementara itu, tingkat kelembapan udara di Bantul tercatat menyentuh angka 64 hingga 98 persen, yang memicu sensasi gerah sebelum hujan turun.
Untuk wilayah Kabupaten Sleman dan Gunungkidul, data BMKG menunjukkan kesamaan karakteristik cuaca yang cukup identik. Kedua wilayah ini akan mengalami fluktuasi suhu antara 23 hingga 32 derajat Celsius. Namun, Sleman mencatat tingkat kelembapan udara yang sedikit lebih tinggi, yakni mencapai 72 hingga 98 persen, berbanding terbalik dengan Gunungkidul yang berada pada angka 65 hingga 98 persen.
Bergeser ke sisi barat DIY, Kabupaten Kulon Progo terprediksi mengalami suhu udara maksimum yang cenderung lebih rendah jika kita bandingkan dengan wilayah lainnya. BMKG mencatat wilayah ini akan beroperasi pada suhu 23 hingga 31 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara di kawasan ini diproyeksikan berada pada kisaran 66 hingga 97 persen.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, terutama para komuter dan pengendara roda dua, diimbau untuk tetap membawa jas hujan atau payung. Selain itu, kelembapan udara yang tinggi hingga mencapai 98 persen memerlukan perhatian khusus bagi kesehatan fisik guna menjaga hidrasi tubuh tetap seimbang di tengah cuaca yang fluktuatif.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media