News . 19/05/2026, 19:37 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
Selain menjaga kebersihan rumah dan pengendalian tikus, masyarakat juga diminta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara disiplin.
Beberapa langkah pencegahan yang dianjurkan antara lain mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menghindari konsumsi air mentah, serta menggunakan alat pelindung diri saat beraktivitas di lingkungan berisiko seperti area banjir maupun lokasi kotor.
Dinkes juga memetakan sejumlah kelompok pekerja yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi terpapar Hantavirus. Di antaranya petani, pekerja perkebunan, petugas kehutanan, pekerja industri, petugas pengendali hama, hingga buruh konstruksi bangunan.
Tak hanya itu, masyarakat yang memiliki hobi berkemah di alam terbuka diminta lebih berhati-hati saat memilih lokasi mendirikan tenda.
Warga diimbau menghindari area dekat tumpukan kayu, tempat sampah, maupun lokasi yang diduga menjadi sarang hewan pengerat guna meminimalkan risiko paparan virus berbahaya tersebut.
Menurut Lana, langkah sederhana menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan area tercemar tikus menjadi cara paling efektif untuk mencegah penularan penyakit ini.
“Yang terpenting adalah menjaga kebersihan lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang meningkatkan risiko paparan dari tikus atau rodensia,” pungkasnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media