Minggu, 07 Juni 2026
--°C --
-- · --
News

Pelarian Berakhir di Cilacap, Tiga Pelaku Pembacokan Remaja di Kawasan Kridosono Berhasil Diringkus Polisi

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
20/05/2026, 23:34 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Pelarian Berakhir di Cilacap, Tiga Pelaku Pembacokan Remaja di Kawasan Kridosono Berhasil Diringkus Polisi

Aparat kepolisian Polresta Yogyakarta saat memberikan keterangan pers terkait penangkapan tiga pelaku pembacokan remaja di Cilacap.Foto:Ilustrasi/IST

jogja.fin.co.id – Aparat kepolisian bergerak cepat mengusut tuntas kasus kekerasan jalanan berdarah yang menewaskan seorang pemuda berinisial AA (18) di sekitar Stadion Kridosono, Kota Yogyakarta. Tim gabungan Satreskrim Polresta Yogyakarta bersama Jatanras Polda DIY berhasil membekuk tiga orang pelaku utama dalam pelarian mereka di wilayah Cilacap, Jawa Tengah.

Penangkapan para tersangka yang bertindak sebagai eksekutor ini berlangsung pada Rabu 20 Mei 2026 subuh. Dari tiga orang yang diamankan, pihak kepolisian mengonfirmasi satu pelaku masih berstatus sebagai pelajar, sementara dua tersangka lainnya sudah masuk kategori usia dewasa. Kendati demikian, penanganan kasus belum sepenuhnya rampung karena tim penyidik masih mengidentifikasi keberadaan tiga pelaku lain yang saat ini masih melarikan diri.

"Jadi, tiga pelaku masih kita kejar. Kami mengimbau orang tuanya agar segera menyerahkan putranya, karena negara kita adalah negara hukum. Segala sesuatu perbuatan yang melanggar hukum, apalagi menghilangkan nyawa orang, maka akan kita proses sesuai aturan yang ada tentunya," tegas Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, saat memberikan keterangan di Mapolresta Yogyakarta.

Aksi penganiayaan berat yang merenggut nyawa ini bermula pada Minggu 17 Mei 2026 dini hari sekitar pukul 03.30 WIB. Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani Hasan, membeberkan bahwa hasil penyelidikan sementara menunjukkan adanya aksi kejar-kejaran menggunakan sepeda motor. Pelaku membuntuti korban bersama rekannya sejak melintasi kawasan Jalan Magelang.

Advertisement

Skenario maut memuncak saat sepeda motor korban terdesak hingga ke area depan pintu selatan SMAN 3 Yogyakarta. Mengingat posisinya yang sudah terkepung, korban memutuskan turun dari kendaraan, namun para pelaku langsung menyerangnya secara membabi buta menggunakan senjata tajam.

"Saat sampai di depan pintu selatan SMAN 3 Yogyakarta korban turun dari sepeda motor kemudian langsung dianiaya oleh pelaku dengan menggunakan senjata tajam," urai Dani Hasan mengenai detik-detik peristiwa kelam tersebut.

Pasca-pembacokan tersebut, rekan korban yang panik berusaha menyelamatkan AA dengan memboncengkannya menuju fasilitas medis terdekat. Namun, akibat pendarahan hebat dari luka sabetan senjata tajam, tubuh AA ambruk dan terjatuh dari motor saat mereka melintasi Jalan I Dewa Nyoman Oka, Kotabaru.

Sejumlah warga lokal yang melihat insiden tersebut langsung memberikan pertolongan darurat. Warga kemudian mengevakuasi pemuda kelahiran tahun 2008 itu ke Rumah Sakit Panti Rapih menggunakan fasilitas mobil ambulans milik gereja setempat.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, menambahkan bahwa pihak rumah sakit kemudian menyatakan korban meninggal dunia akibat luka parah yang dideritanya. Guna kepentingan pemenuhan alat bukti dan penyidikan secara saintifik, kepolisian langsung memindahkan jenazah korban ke RS Bhayangkara demi keperluan autopsi menyeluruh.

Saat ini, ketiga eksekutor yang tertangkap di Cilacap sudah mendekam di ruang tahanan Polresta Yogyakarta untuk pemeriksaan mendalam. Polisi memastikan tidak akan mengendurkan perburuan dan terus menyisir jejak tiga tersangka buron lainnya guna mempertanggungjawabkan perbuatan pidana berat yang telah menghilangkan nyawa seseorang.

Baca Juga

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
Penulis jogja.fin.co.id