News . 21/05/2026, 14:50 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Pemerintah Kabupaten Sleman memprediksi bakal terjadi kekurangan pasokan lokal untuk komoditas hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada 27 Mei 2026. Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman mencatat adanya ketimpangan yang cukup tinggi antara ketersediaan ternak lokal dengan estimasi kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan data rilis resmi, kebutuhan total hewan kurban di Sleman untuk tahun ini mencapai angka yang fantastis. Kebutuhan sapi diproyeksikan menyentuh 9.235 ekor, sementara domba menjadi yang paling mendominasi dengan estimasi kebutuhan mencapai 15.750 ekor.
Sebaliknya, ketersediaan riil ternak siap kurban di wilayah Sleman saat ini baru mampu menyuplai 3.854 ekor sapi dan 7.811 ekor domba. Kondisi tersebut memaksa pemda setempat memutar otak guna menutup celah kekurangan pasokan dari luar daerah.
Plt. Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Rofiq Andriyanto, S.Hut, MT, memaparkan secara rinci peta kekurangan pasokan tersebut dalam jumpa pers di Dinas Peternakan Sleman, Kamis, 21 Mei 2026. Pihaknya mencatat wilayah Sleman masih kekurangan sekitar 5.381 ekor sapi potong dan 7.939 ekor domba.
"Karakteristik konsumsi masyarakat Sleman memang sangat tinggi saat Idul Adha. Kebalikannya, stok kambing justru mencatatkan surplus atau kelebihan pasokan sebanyak 952 ekor, di mana ketersediaan lokal mencapai 4.002 ekor dari total kebutuhan yang hanya 3.050 ekor," urai Rofiq Andriyanto.
Guna mencukupi kebutuhan sapi dan domba yang minus tersebut, Pemkab Sleman kini mengandalkan pasokan masuk melalui kelompok-kelompok ternak binaan, pasar kurban, serta pelaku usaha peternakan makro. Pembelian langsung secara mandiri oleh takmir masjid dari luar daerah seperti Muntilan, Magelang, Temanggung, Wonosobo, hingga Klaten juga menjadi katup penyelamat pasokan.
Menyusul tingginya permintaan pasar dan menipisnya stok lokal, situasi perniagaan di Pasar Hewan Ambarketawang kini mulai bergejolak. Dinas Pertanian memantau adanya kenaikan volume ternak yang masuk ke pasar sekitar 10 persen dibandingkan hari biasa, yang langsung memicu koreksi nilai jual di tingkat pedagang.
Pantauan terkini menunjukkan harga pasaran untuk komoditas kambing dan domba mengalami kenaikan berkisar antara Rp 500.000 hingga Rp 1.000.000 per ekor, tergantung bobot luar hewan. Sementara itu, untuk komoditas sapi potong, lonjakan harga bergerak lebih tajam pada rentang Rp 1.000.000 sampai Rp 2.000.000 per ekor.
Pihak dinas memperkirakan grafik kenaikan harga ini masih berpotensi merangkak naik hingga H-1 pelaksanaan penyembelihan. Oleh sebab itu, masyarakat atau panitia kurban diimbau untuk segera melakukan transaksi lebih awal guna menghindari lonjakan harga yang lebih tinggi di pasar tiban.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media