Minggu, 07 Juni 2026
--°C --
-- · --
News

Gagal Tutup Musim dengan Manis, PSIM Yogyakarta Takluk 1-3 di Markas Arema FC

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
22/05/2026, 18:57 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Gagal Tutup Musim dengan Manis, PSIM Yogyakarta Takluk 1-3 di Markas Arema FC

Striker Arema FC Dalberto Luan melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang PSIM Yogyakarta pada laga pamungkas Super League di Stadion Kanjuruhan.Foto:IST

jogja.fin.co.id - Ambisi PSIM Yogyakarta untuk menutup kompetisi dengan poin penuh akhirnya kandas. Melakoni laga pamungkas pekan ke-34 Super League 2025/2026, Laskar Mataram harus mengakui keunggulan tuan rumah Arema FC. Skuad asuhan Jean-Paul van Gastel kalah dengan skor meyakinkan 1-3 dalam duel yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat 22 Mei 2026 sore.

Hasil minor ini memaksa PSIM Yogyakarta menyudahi musim di papan tengah, tepatnya pada peringkat ke-11 dengan torehan 45 poin. Sementara itu, kemenangan di kandang sendiri mendongkrak posisi Arema FC ke peringkat ke-9 dengan koleksi akhir 48 poin.

Gol Kilat Kejutkan Laskar Mataram di Babak Pertama

Pertandingan berjalan sengit dan dalam tempo tinggi sejak peluit pertama berbunyi. Tuan rumah langsung menggebrak dan mengejutkan lini pertahanan PSIM Yogyakarta melalui gol kilat pada menit ke-2. Penyerang asal Brasil, Joel Vinicius, sukses merobek jala gawang setelah mengonversi umpan matang dari kompatriotnya, Dalberto Luan. Skor 1-0 ini langsung membakar semangat publik Kanjuruhan.

Advertisement

Arema FC hampir saja menggandakan keunggulan pada menit ke-15, namun penyelesaian akhir dari Dalberto masih meleset dari sasaran. Memasuki sepuluh menit terakhir babak pertama, kedua tim memperagakan permainan terbuka dan saling jual beli serangan.

Kiper PSIM Yogyakarta, Cahya Supriyadi, harus bekerja keras mengamankan gawangnya dari skema kerja sama apik Vinicius dan Dalberto pada menit ke-36. Laskar Mataram bukan tanpa perlawanan. Gelandang lincah Ezequiel Vidal nyaris menyamakan kedudukan lewat sepakan spekulasi jarak jauh, namun penjaga gawang Arema FC, Adi Satryo, sigap menepis bola tersebut. Skor tipis 1-0 bertahan hingga turun minum.

Perlawanan Sengit Deri Corfe Sebelum Gol Pengunci Valdeci

Memasuki paruh kedua, PSIM Yogyakarta mengambil inisiatif menyerang demi mengejar ketertinggalan. Alih-alih mencetak gol penyeimbang, lini belakang mereka justru kembali kecolongan pada menit ke-49. Dalberto Luan sukses mencatatkan namanya di papan skor sekaligus membukukan gol ke-19 miliknya sepanjang musim ini.

Tertinggal dua gol tidak membuat mental punggawa Laskar Mataram runtuh. Pada menit ke-53, striker asal Inggris, Deri Corfe, berhasil memperkecil kedudukan menjadi 1-2. Memanfaatkan umpan pendek dari Nelmin Haljeta di dalam kotak penalti, sontekan terukur Corfe sukses menaklukkan Adi Satryo.

Gol tersebut memicu momentum kebangkitan bagi tim tamu. PSIM Yogyakarta berkali-kali mengancam lini pertahanan Singo Edan, termasuk peluang emas dari Ezequiel Vidal pada menit ke-60 serta tembakan pemain pengganti M. Iqbal dan Nelmin Haljeta menjelang akhir laga. Namun, penampilan gemilang Adi Satryo di bawah mistar gawang Arema FC mementahkan seluruh peluang tersebut.

Baca Juga

Petaka bagi PSIM Yogyakarta akhirnya tiba pada menit ke-89. Melalui skema serangan balik cepat, Valdeci Moreira melepaskan tendangan melengkung ke tiang jauh yang tidak mampu dijangkau oleh Cahya Supriyadi. Gol tersebut mengunci kemenangan Arema FC menjadi 3-1 sekaligus mengakhiri perlawanan sengit Laskar Mataram pada laga penutup musim ini.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja