News . 24/05/2026, 16:53 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Kasus rentetan kebakaran aneh yang menghanguskan perabotan di sebuah rumah kawasan Padukuhan Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman akhirnya menemui titik terang. Spekulasi liar masyarakat yang sempat mengaitkan peristiwa ini dengan fenomena mistis seperti santet atau banaspati runtuh seketika oleh pembuktian ilmiah. Aparat kepolisian memastikan bahwa fenomena murni bersumber dari kebocoran instalasi gas domestik.
Insiden menegangkan ini menimpa kediaman milik Mutfiana sejak Sabtu tengah malam hingga Minggu siang 24 Mei 2026.. Dalam kurun waktu sekitar 26 jam, penghuni rumah harus bertaruh dengan kepanikan akibat kemunculan kobaran api secara mendadak hingga belasan kali di titik yang berbeda-beda tanpa adanya sumber pemicu yang jelas.
Guna meredam keresahan warga dan melacak akar masalah, jajaran Polsek Seyegan langsung berkoordinasi dengan Tim Inafis Polresta Sleman, Redkar Sleman, serta Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda DIY. Petugas gabungan tersebut langsung menerjunkan personel bersenjata detektor gas guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh.
Menurut penuturan korban, Mutfiana, rentetan teror api bermula pada Sabtu, 23 Mei 2026, sekitar pukul 24.00 WIB. Awalnya, ia mendapati selembar kain di dalam rumahnya tiba-tiba hangus terbakar. Situasi semakin tidak terkendali karena api terus muncul bergantian di spot berbeda, mulai dari kusen pintu, sofa ruang tamu, kasur, hingga merembet ke bagian eternit atap rumah.
Anehnya, seluruh peristiwa kebakaran tersebut tidak pernah didahului oleh munculnya percikan korsleting listrik ataupun suara dentuman. Barang-barang interior berbahan kayu dan kain di dalam ruangan tiba-tiba saja sudah dalam kondisi menyala dan mengeluarkan asap pekat.
"Itu dari Sabtu malam jam 12 malam. Awalnya kain yang terbakar. Terus muncul lagi sampai merembet kusen pintu. 26 jam itu 11 kali kejadian. Paling besar kejadian kemarin jam 3 sore itu sampai eternit lalu lanjut subuh. Terakhir jam 10 tadi," kata Mutfiana saat memberikan keterangan di lokasi kejadian, Minggu 24 Mei 2026.
Meskipun amukan api berulang kali merusak perabotan rumah tangga, seluruh penghuni rumah dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka fisik. Namun, kerugian materiil akibat hangusnya furnitur utama ditaksir mencapai jutaan rupiah.
Berdasarkan hasil pemindaian teknis di area interior dan eksterior, Tim Gegana Polda DIY menyimpulkan bahwa malapetaka ini terjadi akibat akumulasi gas metana (methane gas) bertekanan tinggi yang bocor dari bak penampungan tinja (septic tank). Gas yang mudah terbakar tersebut merembes keluar melewati celah retakan tanah dan nat ubin keramik rumah, lalu terpicu oleh suhu panas ruangan hingga memicu api.
Kapolsek Seyegan, AKP Pujiono, menjelaskan bahwa sistem pipa pembuangan atau ventilasi pada septic tank di rumah korban terbukti tidak memenuhi standar kelayakan keamanan. Kondisi ini diperparah karena bak penampungan tersebut juga difungsikan secara bersamaan untuk menampung sisa limbah organik dari usaha pemotongan ayam.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Gegana Polda DIY, kebakaran dipicu adanya kebocoran gas metana dari septic tank yang saluran pembuangan gasnya tidak sesuai standar, sehingga gas masuk ke dalam rumah dan memicu kebakaran," ujar AKP Pujiono saat dimintai konfirmasi oleh awak media.
Pihak kepolisian memastikan pergerakan gas metana berbahaya tersebut sudah mulai mereda dan tidak terdeteksi lagi pada Minggu siang pukul 12.00 WIB. Kendati demikian, demi menjamin keselamatan jiwa penghuni rumah dalam jangka panjang, petugas mendesak pemilik rumah untuk segera melakukan pembongkaran total dan mengganti seluruh jalur pipa paralon pembuangan limbah sesuai dengan regulasi kesehatan lingkungan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media