News . 24/05/2026, 11:19 WIB

Targetkan Satu Sarjana di Setiap Keluarga Miskin, Pemkab Sleman Gandeng Puluhan Rektor di DIY

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

jogja.fin.co.id - Pemerintah Kabupaten Sleman mengambil langkah progresif untuk mengintervensi angka kemiskinan daerah melalui jalur pendidikan tinggi. Melalui Dinas Sosial, Pemkab Sleman resmi menjalin kemitraan strategis dengan 34 perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kolaborasi ini tertuang dalam penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Beasiswa Sleman Pintar Tahun 2026 Tahap I yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

Hal ini menjadi bantalan sosial bagi keluarga rentan miskin yang memiliki keterbatasan finansial agar anak-anak mereka tetap mampu mengakses bangku kuliah. Pemerintah daerah meyakini bahwa jaminan modal pendidikan bagi generasi muda merupakan instrumen paling efektif untuk memutus lingkaran setan kemiskinan antar generasi secara permanen.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto menegaskan bahwa investasi terbesar bagi sebuah daerah bukanlah pembangunan infrastruktur fisik, melainkan peningkatan kualitas kapasitas manusianya.

"Oleh karena itu, Pemkab Sleman mengusung misi besar jangka panjang untuk menghadirkan minimal satu sarjana dalam setiap kartu keluarga tanpa terkecuali, khususnya bagi kelompok masyarakat prasejahtera," kata Susmiarto, Jumat 22 Mei 2026.

Sleman Jadi Lumbung Perguruan Tinggi Swasta Terbesar Kedua di DIY

Program jaminan pendidikan ini mendapatkan dukungan penuh dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V DIY. Kepala LLDIKTI Wilayah V, Setyabudi Indartono mengungkapkan bahwa Kabupaten Sleman memiliki modal geografis yang sangat diuntungkan dalam ekosistem pendidikan tinggi di Yogyakarta.

Berdasarkan data rill kelembagaan, dari total 100 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang tersebar di seluruh wilayah Yogyakarta, Kabupaten Sleman mendominasi dengan kepemilikan 36 PTS. Angka ini menempatkan Sleman di posisi kedua sebagai lumbung kampus swasta terbesar setelah Kota Yogyakarta yang memiliki 41 PTS. Sementara itu, wilayah penyangga lain seperti Bantul tercatat memiliki 22 PTS, sedangkan Kulon Progo dan Gunungkidul masing-masing baru memiliki 1 PTS.

Keberadaan puluhan kampus swasta di tanah Sleman ini harus memberikan efek domino positif yang langsung menyentuh peningkatan kualitas hidup warga lokal. LLDIKTI juga terus mendorong sisa perguruan tinggi swasta yang terlibat dalam program ini untuk segera mengupgrade program studi mereka agar mampu meraih akreditasi unggul secara nasional.

Output Beasiswa: Menjamin Pekerjaan dan Penghasilan Layak

Pemerintah Kabupaten Sleman memastikan bahwa program Beasiswa Sleman Pintar tidak sekadar memberikan bantuan biaya kuliah sampai lulus. Output utama yang dibidik oleh kebijakan ini adalah memastikan para alumni penerima beasiswa mampu terserap ke dalam sektor industri kerja formal atau menciptakan lapangan usaha mandiri yang kreatif.

Baca Juga

Melalui skema kurikulum tinggi yang adaptif di 34 kampus mitra, para mahasiswa asal Sleman ini akan dididik menjadi kader daerah yang kritis, inovatif, dan siap kerja. Ketika para lulusan baru ini berhasil mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan yang layak, otomatis derajat ekonomi dan kesejahteraan keluarga mereka di pedesaan Sleman akan ikut terangkat naik.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com