News . 26/05/2026, 10:51 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id – Sisa muatan batu gamping halus atau mil dari kecelakaan truk yang terguling di kawasan Piyungan mulai mengancam kenyamanan dan kesehatan masyarakat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul bergerak cepat guna merumuskan langkah taktis untuk membersihkan polusi debu putih tersebut.
Insiden kecelakaan tunggal armada logistik itu sebelumnya terjadi di jalur ekstrem tikungan "Bokong Semar", Dusun Tambalan, Desa Srimartani, Kecamatan Piyungan pada Sabtu, 23 Mei lalu. Meskipun petugas gabungan telah mengevakuasi bangkai truk, material gamping halus yang tercecer kini terbang tak terkendali akibat hembusan angin kencang.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, menegaskan bahwa instansinya sedang mematangkan strategi pembersihan total di area terdampak.
"Saat ini masih kami koordinasikan dengan teman-teman baiknya gimana," ujar Mujahid Amrudin di Yogyakarta, Snein 25 Mei 2026.
Pihak otoritas memberikan atensi penuh terhadap sebaran debu sisa kecelakaan ini karena potensinya yang mengganggu pandangan pengguna jalan dan mengancam pernapasan. Gamping halus yang memiliki karakter partikel sangat kecil ini dilaporkan telah menyebar ke luar badan jalan.
Angin yang berhembus di sekitar perbukitan Piyungan menerbangkan material sisa tersebut hingga menempel pekat pada pepohonan di tepi jalan, fasilitas publik, hingga ke area teras beberapa rumah milik warga sekitar.
"Ini kan sisa debu yang tertiup angin kemudian menempel di pinggir jalan, pohon, dan beberapa rumah di sekitar lokasi," lanjut Mujahid menjelaskan kondisi riil di lapangan.
Mengingat karakteristik debu gamping halus yang dapat mengeras atau memicu iritasi jika dibiarkan terlalu lama, BPBD Bantul menjadwalkan agenda penyemprotan lanjutan. Penanganan ini akan melibatkan armada tangki air dari unit pemadam kebakaran guna membasuh bersih sisa-sisa polusi tersebut.
Pemerintah daerah saat ini tengah mengalkulasi kebutuhan logistik air agar proses pembersihan berjalan efektif dan tidak mengganggu arus lalu lintas esensial lintas Prambanan-Piyungan.
"Kita masih hitung volume air yang dibutuhkan nanti di sana, kita suplai di sana berapa, ini masih kita hitung," tegas Mujahid.
Tim reaksi cepat menggarisbawahi bahwa jika hasil asesmen berkala menunjukkan debu tersebut kian membahayakan kesehatan paru-paru warga dan keselamatan pengendara, maka intervensi penyemprotan tangki pemadam akan menjadi prioritas utama. Sebelum rencana ini bergulir, petugas tercatat sudah melakukan tindakan penyemprotan darurat sebanyak dua kali sesaat setelah proses evakuasi kendaraan selesai.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media