HEBOH Paket Pocong Mini di Kulon Progo, Polisi Selidiki: Teror atau Prank?
Paket misterius berisi sepasang pocong mini yang menghebohkan warga di Lendah, Kulon Progo.Foto:IST
jogja.fin.co.id - Suasana tenang di Padukuhan Bangeran, Kalurahan Bumirejo, Kapanewon Lendah, Kulon Progo mendadak berubah setelah sebuah paket misterius tiba di salah satu rumah warga. Bukan makanan, pakaian, atau barang belanja daring seperti biasanya, paket tersebut justru berisi sepasang pocong mini yang langsung memicu kehebohan di lingkungan sekitar.
Peristiwa yang terjadi pada Senin pagi, 25 Mei 2026, itu masih menjadi perbincangan warga karena dinilai tidak biasa. Paket datang tanpa diketahui siapa pengirimnya, sementara penerima mengaku sama sekali tidak pernah melakukan pemesanan.
Pemilik rumah, Sujarwo Prasetyo, mengaku awalnya tidak menaruh curiga saat seorang kurir datang sekitar pukul 09.30 WIB membawa paket yang telah lunas dibayar.
“Tidak ada yang pesan dan tidak merasa pesan paket apa-apa, tiba-tiba ada kurir datang sekitar jam 09.30 WIB kirim paket dalam keadaan sudah terbayar,” ujar Sujarwo.
Baca Juga
Dibuka di Rumah, Isinya Bikin Kaget Seisi Rumah
Rasa penasaran membuat istri Sujarwo membuka paket tersebut. Namun situasi mendadak berubah ketika isi di dalam kardus mulai terlihat. Alih-alih barang kebutuhan rumah tangga, paket itu justru berisi dua boneka menyerupai pocong berukuran kecil. Sontak, suasana rumah berubah panik.
“Sama istri saya dibuka kok isinya pocong sepasang, istri saya kaget sampai teriak-teriak,” katanya.
Di dalam paket, terdapat secarik kertas putih yang menjelaskan bahwa benda tersebut hanyalah mainan dekorasi bertema horor dan tidak memiliki unsur mistis.
Dalam tulisan itu disebutkan, mainan tersebut dijual untuk dekorasi ruangan bernuansa horor. Bahkan, penerima dipersilakan membakar barang tersebut jika merasa tidak pernah membeli atau menganggapnya sebagai prank.
Meski begitu, tidak adanya identitas pengirim membuat rasa penasaran warga tak langsung hilang. Sujarwo menyebut paket hanya mencantumkan asal pengiriman dari Pacitan, Jawa Timur.
Baca Juga
- Dari Sinar Matahari Rongkop Karya Marcelo Diaz Jadi Ikon Baru Perbatasan DIY
- Tanpa Candi dan Tambang, Pemkab Bantul Buktikan Keunggulan Lewat Kekuatan SDM
Kekhawatiran warga yang mulai berdatangan membuat Sujarwo akhirnya memilih membakar isi paket tersebut. Proses pembakaran dilakukan di hadapan warga sekitar dan aparat kepolisian yang datang ke lokasi.
Menurutnya, keputusan itu diambil untuk mencegah keresahan berkepanjangan di lingkungan tempat tinggalnya. “Sudah dibakar karena khawatir pada takut nanti,” ujarnya.
Meski sempat mengundang perhatian, Sujarwo mengaku belum membuat laporan resmi kepada kepolisian. Namun, ia membuka kemungkinan melapor jika kejadian serupa kembali terulang.
Polisi Datangi Lokasi Kejdian
Sementara itu, pihak kepolisian memastikan telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan awal.