Jumat, 04 September 2026
--°C --
-- · --
News

Kasatpol PP DIY Ingatkan 'Jaga Warga' Urus Keamanan Lingkungan, Soal Demo Tugas TNI-Polri

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
04/09/2026, 17:58 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Kasatpol PP DIY Ingatkan 'Jaga Warga' Urus Keamanan Lingkungan, Soal Demo Tugas TNI-Polri

Kepala Satpol PP DIY Bagas Senoadji memberikan keterangan mengenai batas peran Jaga Warga saat aksi unjuk rasa di Yogyakarta.Foto:ANT

jogja.fin.co.id - Aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Sipil di Simpang Empat Gramedia, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Selasa 1 September 2026 malam sempat diwarnai gesekan dengan warga lokal. Menanggapi situasi tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY menekankan pentingnya batasan peran kelompok Jaga Warga di lapangan.

Kepala Satpol PP DIY, Bagas Senoadji menegaskan penanganan keamanan unjuk rasa di area publik sepenuhnya menjadi ranah TNI dan Polri. Kelompok Jaga Warga diminta berfokus menjaga kondusivitas serta keamanan di wilayah pemukiman masing-masing.

"Kalau di lokasi itu sudah kewenangan dari TNI-Polri, tugasnya sebagai pihak keamanan. Kalau Jaga Warga itu untuk menjaga situasi di daerah masing-masing agar kondusif," ujar Bagas, Kamis 3 September 2026.

Bagas menjelaskan, imbauan peningkatan kewaspadaan telah disampaikan kepada seluruh pengurus Jaga Warga sebelum massa mendatangi kawasan Jalan Jenderal Sudirman. Langkah ini menyasar kelompok masyarakat yang berada di sepanjang jalur pergerakan massa.

"Sebetulnya kejadian yang malam itu ada aksi demo, kami sudah mengimbau kepada seluruh Jaga Warga untuk menjaga di lingkungannya. Jadi untuk menjaga di lingkungan masing-masing terkait warganya untuk tidak terprovokasi," kata Bagas.

Gesekan Warga dan Massa di Simpang Gramedia

Sebelumnya aksi demo digelar mahasiswa sejak pukul 16.00 WIB. Dalam demo itu mahasiswa membawa sejumlah tuntutan nasional, termasuk pengusutan kasus kematian warga dalam kericuhan di Jakarta hingga penanganan bencana daerah. Massa bertahan di lokasi hingga menutup akses jalan protokol.

Ketegangan mulai memuncak sekitar pukul 19.00 WIB ketika sejumlah warga mendesak massa membubarkan diri karena dinilai mengganggu aktivitas ekonomi.

Massa sempat terdorong ke arah Jalan Cik Di Tiro depan RS Mata 'Dr Yap', sebelum kembali menguasai persimpangan.

Diskusi alot kembali terjadi sekitar pukul 20.30 WIB antara perwakilan massa, warga, dan aparat kepolisian. Warga yang terganggu akibat penutupan jalan terus meminta pengunjuk rasa membubarkan diri.

Massa akhirnya mundur ke arah utara menuju Bunderan UGM sekitar pukul 22.00 WIB setelah didesak warga. Petugas kepolisian langsung membuat barikade pemisah untuk mencegah bentrokan fisik berlanjut, hingga arus lalu lintas Simpang Gramedia kembali dibuka pukul 22.20 WIB.

Koordinasi Berkelompok Tanpa Main Hakim Sendiri

Melihat dinamika di lapangan, Satpol PP DIY meminta Jaga Warga tetap siaga di wilayah terdekat lokasi kejadian. Pergerakan warga harus terkoordinasi dan tidak bergerak secara perorangan demi menghindari perselisihan antarkelompok.

Kelompok yang berada di sekitar area aksi diarahkan memantau perkembangan situasi tanpa mengambil alih fungsi penegakan hukum. Jika muncul potensi konflik di tingkat lokal, pendekatan kekeluargaan menjadi prioritas penyelesaian.

"Tidak ada perselisihan antarwarga, dapat diselesaikan secara kekeluargaan," tegas Bagas.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja