News . 28/05/2026, 18:43 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - RSUD Temanggung telah merampungkan proses autopsi empat jenazah merupakan satu keluarga yang ditemukan meninggal dunia di dalam tenda glamour camping (glamping) di kawasan wisata. Pihak rumah sakit selanjutnya menyerahkan keempat jenazah itu kepada keluarga di Ambarawa, Kabupaten Semarang.
Rombongan ambulans membawa jasad sang ayah berinisial MAM (52), ibu berinisial M (43), serta dua anak laki-laki mereka, AEH (17) dan BAH (21), menuju rumah duka di Desa Panjang.
Penyidik dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Temanggung bersama Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Tengah bergerak mengumpulkan petunjuk. Saat mengecek isi tenda, petugas menemukan kondisi fisik korban yang mengarah pada indikasi medis tertentu, meskipun tidak ada bekas penganiayaan.
Polisi mendapati adanya sisa busa yang keluar dari mulut para korban. Selain itu, beberapa korban meninggal dunia dalam posisi jemari tangan yang menggenggam erat secara kaku.
Kasat Reskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, menegaskan bahwa kondisi interior tenda penginapan tersebut sebenarnya masih dalam keadaan rapi dan tidak acak-acakan.
"Kami masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan maupun barang bukti lainnya," kata Komang Mahendra Deputra di RSUD Temanggung, Kamis 28 Mei 2026.
Menurut dia, hingga saat ini penyelidikan masih berlangsung. Dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Penyidik mengamankan sejumlah sisa konsumsi milik keluarga tersebut. Fokus pengujian Labfor mengarah pada sisa menu pemanggangan atau barbeque yang dibawa sendiri oleh korban dari luar area wisata.
Berdasarkan data manifes penginapan, rombongan satu keluarga tersebut datang menggunakan mobil Honda Jazz pada Selasa 26 Mei 2026 sekitar pukul 21.05 WIB. Mereka kemudian menempati fasilitas tenda glamping yang berada di lereng pegunungan tersebut.
Kecurigaan pengelola tempat wisata mulai mencuat pada Rabu pagi ketika petugas mengantarkan sarapan sekitar pukul 09.00 WIB namun tidak mendapatkan respons. Petugas kembali mengetuk pintu tenda pada pukul 11.30 WIB untuk mengingatkan batas waktu keluar (check-out), tetapi suasana di dalam tetap hening.
Khawatir terjadi hal buruk, manajemen objek wisata memutuskan membuka paksa akses tenda pada sore hari pukul 15.45 WIB. Petugas langsung mendapati keempat tubuh korban sudah membeku tidak bernyawa di atas tempat tidur.
"Kami meminta masyarakat menunggu hasil pemeriksaan forensik. Semua kemungkinan masih kami dalami," ujar Komang.
Polisi mengimbau publik tidak berspekulasi liar mengenai motif maupun penyebab kematian, apakah murni akibat keracunan makanan murni, paparan gas monoksida dari alat pemanas, atau ada unsur pidana lain. Kepastian hukum sepenuhnya bergantung pada uji ilmiah sampel toksikologi dari Polda Jawa Tengah.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media