News . 29/05/2026, 21:32 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Misteri kebakaran berulang di rumah warga Padukuhan Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, mulai menemukan petunjuk baru. Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY menepis dugaan adanya cadangan gas alam bawah tanah yang memicu kemunculan api secara sporadis.
Sebaliknya, instansi tersebut menduga sumber api lebih mungkin berasal dari akumulasi gas organik berskala lokal, salah satunya diduga berasal dari septic tank rumah warga.
Kepala Dinas PUPESDM DIY, Anna Rina Herbranti, menjelaskan wilayah Seyegan secara geologi tidak memiliki karakteristik yang mendukung pembentukan cadangan gas alam atau hidrokarbon bawah permukaan.
Menurut dia, struktur tanah di kawasan tersebut didominasi material endapan Gunung Merapi muda berupa pasir vulkanik, tuf, abu vulkanik, breksi, hingga sedimen aluvial.
“Material vulkanik muda di wilayah ini tidak memiliki kemampuan menjadi batuan sumber maupun perangkap hidrokarbon yang dibutuhkan dalam sistem gas alam,” ujar Anna saat dikonfirmasi, Jumat 29 Mei 2026.
Selain faktor jenis tanah, PUPESDM juga tidak menemukan indikasi struktur geologi regional seperti sesar aktif, lipatan batuan, atau cekungan sedimen yang umumnya menjadi lokasi akumulasi gas bawah tanah.
Karena itu, dugaan rumah warga berdiri di atas cadangan gas alam dinilai tidak mengarah pada temuan ilmiah.
Namun, ia menilai fenomena api yang muncul berulang masih mungkin dipengaruhi akumulasi gas organik dalam skala kecil. Kondisi tanah Seyegan yang berpori membuat gas lebih mudah bergerak ke permukaan, terutama jika terdapat rekahan kecil atau lapisan urug yang kurang padat.
“Dari pengamatan di lapangan terdapat kemungkinan akumulasi gas metana dari septic tank. Jika ada rekahan kecil, gas bisa lebih mudah naik ke permukaan,” jelasnya.
Anna menyebut titik api sporadis juga dapat dipengaruhi faktor lain, mulai dari kondisi lingkungan, keberadaan material mudah terbakar, hingga faktor teknis non-geologi.
Meski dugaan awal mulai mengerucut, misteri kebakaran di rumah milik Mutfiana belum sepenuhnya terpecahkan. Hingga Jumat 29 Mei 2026, PUPESDM mencatat masih ada dua titik api yang muncul di lokasi.
Untuk memastikan penyebabnya, PUPESDM DIY berkoordinasi dengan BPBD Sleman, PLN UP3 Sleman, serta unsur akademisi guna melakukan pemeriksaan lanjutan di lapangan.
“Hari ini masih ada dua titik api yang muncul. Kami terus melakukan pemantauan bersama BPBD dan PLN,” ujar Anna.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media