News . 01/06/2026, 16:14 WIB

SERAM! Api Misterius di Rumah Warga Seyegan Sleman Muncul saat Diteliti Pakar UGM

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

jogja.fin.co.id - Teror bintik-bintik api tanpa sumber jelas yang melanda permukiman warga di Seyegan Kabupaten Sleman kian menunjukkan anomali yang mencengangkan. Fenomena alam ini bahkan terjadi secara terang-terangan tepat ketika sejumlah akademisi dan ahli geologi berada di lokasi kejadian untuk melacak asal-usul kemunculan api tersebut.

Peristiwa menegangkan ini menimpa rumah milik Mutfiana, seorang warga yang menetap di Padukuhan Kasuran Mriyan X, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman. Memasuki hari kesepuluh sejak kepulan asap pertama kali muncul pada Sabtu, 23 Mei 2026 lalu, aktivitas api misterius ini belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.

Insiden terbaru pada Senin siang, 1 Juni 2026 sekitar pukul 12.19 WIB. Baju yang tergantung di dalam area kamar mendadak terbakar sendiri dan langsung memicu kepanikan seluruh penghuni rumah. Kejadian ini terhitung sebagai peristiwa kebakaran yang kesekian kalinya melanda bangunan tersebut secara acak.

"Sama yang ini tadi berarti totalnya 73 kali. Di sekitar 65 titik," kata perempuan yang akrab disapa Fia tersebut saat memberikan keterangan kepada awak media di kediamannya.

Muncul di Ruang Kosong Saat Pengamatan Ahli

Situasi di dalam rumah Fia sebenarnya sedang dalam pengawasan ketat oleh tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Ironisnya, kobaran api justru membesar di sebuah ruangan terisolasi yang saat itu sedang ditinggalkan sementara oleh para ahli yang tengah mengambil sampel data di sudut lain.

"Memang terjadi dan ruangan itu sebenarnya kosong waktu tadi, waktu terjadinya api. Ibu masuk baru kelihatan nih apinya udah gede," jelas Fia menggambarkan situasi darurat di kamarnya.

Menurut pengakuan pemilik rumah, frekuensi kemunculan lidah api ini tergolong sangat tinggi dan tidak menentu. Dalam kurun waktu satu hari, intensitas kebakaran bisa mencapai 7 hingga 9 kali secara sporadis. Kendati area kamar baru tersambar sebanyak dua kali, mayoritas dari total puluhan titik api justru lebih sering berkobar di area ruangan terbuka yang mudah terpantau.

"Sehari 7, 8, 9 (kali). Kamar itu kebakaran baru dua kali," ujarnya menambahkan.

Memburu Jawaban Ilmiah Bersama Pakar BPPTKG

Baca Juga

Gempuran hawa panas yang terus-menerus muncul ini telah merusak berbagai perabotan rumah tangga milik keluarga Fia. Mayoritas benda yang hangus merupakan material yang memiliki sifat mudah tersulut panas, mulai dari lembaran kain, pakaian sehari-hari, hingga tumpukan wadah kardus.

Guna menyingkap tabir teka-teki ini, sejumlah pakar lintas disiplin dari UGM bersama Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta terus memperluas radius pengecekan tanah dan kandungan gas di sekitar lokasi. Kedatangan para ahli ini sekaligus memotong spekulasi liar dan rumor mistis yang sempat berkembang di kalangan masyarakat sekitar.

Fia mengaku pihak keluarga kini merasa jauh lebih tenang setelah para akademisi turun tangan melakukan pendekatan sains, meskipun mereka tetap harus bersiaga penuh mengantisipasi percikan api susulan.

"Sudah lebih cerah, sudah lebih tenang, tapi tetap harus waspada. Karena ini belum berakhir. Hanya tenang, oh ini ternyata tidak ada kaitannya dengan mistis tapi memang ada dan bisa dipelajari secara ilmiah dan menunggu hasil dari mungkin beberapa hari lagi," pungkas Fia penuh harap.

Hasil analisis laboratorium dari para peneliti dalam beberapa hari ke depan bakal menjadi penentu, apakah teror api di Seyegan ini murni bersumber dari rembesan gas dangkal alami atau ada faktor anomali fisika lainnya.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com