News . 04/06/2026, 21:33 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id – Pemerintah Kabupaten Sleman terus menangani kasus kebakaran berulang yang terjadi di wilayah Seyegan. Sejumlah instansi dikerahkan untuk membantu penanganan di lapangan, mulai dari upaya mitigasi, bantuan bagi korban, hingga penyelidikan penyebab kebakaran.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman mengambil peran dalam mitigasi kebencanaan, edukasi warga, serta penanganan dampak sosial ekonomi keluarga terdampak. Koordinasi juga dilakukan bersama unsur kapanewon, kelurahan, hingga dinas terkait untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, A.P., M.Si., mengatakan pihaknya bersama petugas pemadam kebakaran memberikan edukasi kepada penghuni rumah dan warga sekitar terkait penanganan kebakaran dini.
“Pemerintah melalui BPBD dan Pemadam kebakaran melakukan edukasi serta penanganan yang mudah seperti bagaimana penggunaan APAR untuk diaplikasikan apabila muncul titik api di lokasi kejadian,” ujar Bambang Kuntoro.
Selain edukasi, BPBD Sleman bersama Dinas Sosial juga telah menyalurkan bantuan logistik kepada keluarga terdampak. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan pangan harian serta perlengkapan nonpangan seperti tempat tidur, selimut, dan matras.
“BPBD Sleman saat ini tengah melakukan koordinasi lanjutan dengan pihak BPBD DIY untuk mengupayakan pemenuhan kebutuhan logistik permakanan tambahan,” jelas Bambang.
Bantuan logistik juga diberikan kepada relawan kebencanaan, kelompok jaga warga, serta personel pemadam kebakaran yang berjaga selama 24 jam di lokasi kejadian.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan Sleman turut memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga Mutfiana. Pendampingan dilakukan secara berkala untuk membantu mengurangi trauma akibat peristiwa kebakaran yang berulang.
Sementara itu, penyelidikan penyebab kebakaran masih terus berlangsung. Tim Gegana Polri melakukan pemeriksaan terhadap kemungkinan adanya unsur gas, bahan kimia, maupun faktor lain yang diduga berkaitan dengan munculnya api.
Penelusuran juga melibatkan akademisi dari UGM dan UPN, termasuk analisis geologi, geofisika, serta kondisi udara di lokasi. BPPTKG turut dilibatkan dalam proses kajian untuk memperkuat hasil pemeriksaan.
Untuk mengantisipasi kebakaran susulan, petugas pemadam kebakaran tetap menyiagakan armada apabila muncul kobaran api berskala besar. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sleman juga berada di lokasi guna mencatat perkembangan kejadian.
Pengamanan area rumah dilakukan oleh unsur TNI, Polri, pemerintah kapanewon, kelurahan, serta kelompok jaga warga melalui patroli berkala.
Bambang mengimbau masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan, terutama karena wilayah Sleman mulai memasuki musim kemarau. Warga diminta memastikan instalasi listrik rumah dalam kondisi aman, tidak membakar sampah tanpa pengawasan, serta menjauhkan benda mudah terbakar dari sumber api sambil menunggu hasil kajian resmi terkait penyebab kebakaran.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media