News . 05/06/2026, 06:54 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Kondisi cuaca di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat, 5 Juni 2026 menunjukkan dominasi langit berawan sejak pagi hingga malam hari. Fenomena alam ini mengiringi masyarakat Jogja yang bersiap menyambut libur akhir pekan. Meski tutupan awan membatasi terik matahari, warga tetap harus mengantisipasi dinamika atmosfer lain yang bergerak cukup aktif di wilayah hilir.
Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) mencatat pergerakan massa udara kering dari Monsun Australia mulai menguat secara bertahap di selatan Jawa. Dampaknya, suhu udara di wilayah perkotaan Yogyakarta berada di rentang 22 hingga 32 derajat celsius. Tingkat kelembapan udara yang menyertai kondisi ini bergerak fluktuatif di angka 62 hingga 97 persen, memicu sensasi gerah di area padat penduduk pada siang hari.
Otoritas cuaca mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi embusan angin kencang yang dapat melanda seluruh kabupaten dan kota di DIY sepanjang hari ini. Angin bertiup dominan dari arah timur laut hingga barat laut dengan kecepatan bervariasi. Fenomena ini berpotensi meningkatkan tinggi gelombang di sepanjang pesisir selatan Jawa, termasuk pantai-pantai di Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul.
Di kawasan Kota Yogyakarta, wilayah kemantren seperti Gedongtengen, Ngampilan, Wirobrajan, Mantrijeron, Mergangsan, Umbulharjo, hingga Kotagede akan merasakan suhu maksimal mencapai 32 derajat celsius. Sementara itu, wilayah Jetis, Gondokusuman, Kraton, Gondomanan, dan Pakualaman mengalami kondisi udara yang sedikit lebih sejuk dengan suhu maksimal berada di angka 31 derajat celsius saat siang hari.
Beralih ke sisi utara, Kabupaten Sleman, terutama daerah lereng Gunung Merapi, berpeluang mengalami kondisi cerah berawan pada pagi hari sebelum berubah menjadi berawan tebal di sore hari. Pergerakan angin di kawasan hilir ini patut diwaspadai oleh para pelaku wisata luar ruangan dan pengendara sepeda motor, mengingat struktur vegetasi dan bangunan tinggi yang rentan terhadap empasan angin mendadak.
Sementara untuk wilayah Kabupaten Gunungkidul dan Kulon Progo, hamparan awan tebal diprediksi akan bertahan lebih lama sejak siang hingga menjelang malam. Suhu minimum di area perbukitan karst dan dataran tinggi Kulon Progo dapat menyentuh angka 22 derajat celsius pada dini hari, menghadirkan udara dingin khas musim kemarau yang mulai datang bertahap.
Masyarakat setempat imbau untuk memeriksa kondisi atap rumah dan memangkas dahan pohon yang sudah tua atau rapuh di sekitar hunian. Langkah antisipasi dini ini sangat berguna untuk meminimalkan risiko kecelakaan akibat pohon tumbang atau papan reklame yang roboh akibat terpaan angin kencang sepanjang hari ini.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media