Evakuasi Dramatis di Sleman, Warga Tercebur Sumur Saat Ambil Jebakan Tikus
Petugas gabungan mengevakuasi warga yang tercebur ke sumur di Donoharjo, Ngaglik, Sleman.Foto:IG
jogja.fin.co.id – Seorang warga Wonosari, Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman bernama Nur Aziz (31) tercebur sumur saat hendak mengambil jebakan tikus Senin dini hari, 8 Juni 2026. Insiden tersebut memicu proses evakuasi yang melibatkan tim gabungan dari sejumlah instansi.
Korban berhasil dievakuasi dalam kondisi sadar dari dalam sumur dengan kedalaman 10 meter, menggunakan peralatan khusus penyelamatan vertikal atau rope access dan tripod rescue.
Menurut petugas Basarnas Sleman, Peristiwa itu bermula sekitar pukul 03.30 WIB ketika korban mendatangi area sekitar sumur untuk mengambil jebakan tikus yang sebelumnya dipasang. Namun, korban diduga terpeleset hingga akhirnya jatuh ke dalam sumur.
Tim Regu 1 Sie Pammat Subdit Gasum Ditsamapta Polda DIY menerima informasi dari petugas piket Basarnas mengenai adanya warga yang tercebur ke sumur di wilayah Wonosari, Donoharjo, Ngaglik itu.
Baca Juga
Petugas kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan penyelamatan. Sebelum turun ke lapangan, personel terlebih dahulu mengikuti apel persiapan guna memastikan kesiapan peralatan dan prosedur evakuasi.
Sekitar pukul 05.05 WIB, tim tiba di lokasi menggunakan satu unit truk operasional. Assessment langsung dilakukan bersama unsur terkait guna menentukan metode evakuasi paling aman bagi korban.
Proses penyelamatan berlangsung sejak pukul 04.30 WIB hingga 05.30 WIB. Petugas memanfaatkan perlengkapan rope access dan tripod rescue untuk menjangkau posisi korban di dasar sumur.
Berkat koordinasi dan respons cepat tim gabungan, korban akhirnya berhasil diangkat dari dalam sumur sekitar pukul 05.15 WIB dalam keadaan sadar.
“Korban berhasil dievakuasi dalam kondisi sadar dan langsung dibawa menggunakan ambulans menuju RSA UGM untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” demikian keterangan petugas dalam laporan kegiatan evakuasi.
Selama proses evakuasi, petugas menjalankan prosedur sesuai standar operasional dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) guna mengurangi risiko kecelakaan kerja.
Baca Juga
- Siapa Saja yang Berhak Dapat Bantuan Bedah Rumah 2026? Simak Skema Penyaringan Data DTSEN
- CARI KERJA di JOGJA? Job Fair Disnakertrans DIY 2026 Siapkan Ribuan Loker, Buruan Daftar!
Sejumlah unsur terlibat dalam operasi penyelamatan tersebut, di antaranya Sie Pammat Ditsamapta Polda DIY, Basarnas, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sleman, hingga Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Sleman.
Petugas memastikan seluruh rangkaian evakuasi berlangsung aman dan tertib hingga korban berhasil mendapat penanganan medis di rumah sakit.