Selasa, 09 Juni 2026
--°C --
-- · --
News

BRIN Sulap Residu Plastik Bantul Jadi Solar Alternatif, Untung Bersih Rp7.000 Per Liter

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
09/06/2026, 19:52 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
BRIN Sulap Residu Plastik Bantul Jadi Solar Alternatif, Untung Bersih Rp7.000 Per Liter

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengisi bahan bakar solar Petasol, yang merupakan hasil dari pengolahan sampah plastic di Imogiri, Bantul, DIY, Selasa (9/6/2026).Foto:ANT

jogja.fin.co.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menghadirkan solusi teknologi mutakhir untuk mengatasi persoalan penumpukan residu plastik di Kabupaten Bantul. Melalui sistem konversi termokimia, para peneliti berhasil mengubah limbah plastik bernilai rendah menjadi bahan bakar minyak alternatif jenis solar yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Teknologi berupa mesin pirolisis tersebut kini resmi beroperasi di tingkat akar rumput setelah BRIN, bersama PT Pertamina dan Pemerintah Kabupaten Bantul, menyerahkannya kepada Kelompok Swadaya Mandiri (KSM) Pilah Berkah di Kapanewon Imogiri, Bantul. Melalui alat ini, tumpukan plastik yang awalnya mengotori lingkungan kini bertransformasi menjadi sumber energi baru terbarukan bernama Petasol.

Periset dari BRIN, Heru Susanto, memaparkan bahwa inovasi ini lahir dari keprihatinan terhadap mandeknya rantai daur ulang pada jenis plastik residu. Selama ini, para pengepul menganggap sampah kantong kresek atau kemasan plastik tipis tidak memiliki nilai jual resmi. Jikapun ada yang mau membeli, harganya sangat rendah, yakni hanya berkisar antara Rp100 hingga Rp200 per kilogram.

"Kondisi harga yang sangat murah itu membuat para pegiat daur ulang sama sekali tidak tertarik menyentuhnya. Karena plastik itu sejatinya berasal dari minyak bumi, kami berpikir untuk mengembalikannya lagi menjadi minyak bumi," jelas Heru saat memberikan keterangan di Yogyakarta, Selasa, 9 Juni 2026.

Advertisement

Efisiensi Tinggi Melalui Metode Pirolisis

Proses pengubahan limbah menjadi bahan bakar ini mengandalkan metode pirolisis, yaitu sistem penguraian material organik plastik melalui pemanasan suhu tinggi. Mesin bekerja pada temperatur optimal antara 250 hingga 350 derajat Celsius di dalam ruang hampa tanpa melibatkan unsur oksigen.

Heru Susanto merinci bahwa tingkat efisiensi mesin ini sangat tinggi, di mana tiap satu kilogram sampah plastik kering mampu memproduksi sekitar 0,8 sampai 0,9 liter solar alternatif. Meski demikian, siklus produksinya membutuhkan ketekunan karena proses pemanasan, dekomposisi fase gas hingga cair, hingga proses penjernihan memakan waktu total sekitar 7 hingga 8 jam.

Pihak peneliti memastikan bahwa kualitas bahan bakar cair yang keluar dari saringan akhir tangki penyulingan sudah berada dalam status siap pakai. Bahan bakar Petasol tersebut bahkan dapat langsung dimasukkan ke dalam tangki bahan bakar kendaraan bermotor yang berbasis mesin diesel atau solar tanpa memerlukan campuran zat aditif tambahan.

Potensi Cuan Miliaran dari Level Kelurahan

Penerapan teknologi ini tidak hanya berdampak positif pada kebersihan lingkungan di kawasan Imogiri, melainkan juga membuka keran pendapatan baru yang menjanjikan bagi masyarakat lokal. Skema hitungan matematis antara modal operasional dengan harga jual BBM alternatif ini menunjukkan margin keuntungan yang cukup tebal.

Baca Juga

Heru menaksir biaya produksi untuk menghasilkan satu liter solar alternatif hanya menghabiskan dana sekitar Rp3.000 hingga Rp4.000 saja. Sementara itu, komoditas solar Petasol ini memiliki potensi serapan pasar yang besar di tingkat internal komunitas maupun kelompok nelayan dan petani dengan harga jual Rp10.000 per liter.

"Keuntungan bersihnya bisa menyentuh Rp6.000 sampai Rp7.000 untuk setiap liter. Dalam satu hari operasional, mesin ini mampu mengolah 50 kilogram bahan baku plastik menjadi 40 hingga 45 liter solar, pengelola tinggal mengalikan saja total keuntungannya," urai Heru.

Kendati demikian, BRIN memberikan catatan teknis bahwa tidak semua jenis limbah plastik aman untuk dimasukkan ke dalam ruang bakar pirolisis. Jenis plastik Polyvinyl Chloride (PVC) atau yang biasa ditemukan pada pipa pralon menjadi bahan tunggal yang dilarang keras untuk digunakan.

Advertisement

Karakteristik PVC yang kaya akan kandungan klorin dikhawatirkan memicu keluarnya asap beracun yang membahayakan kesehatan operator mesin.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja