News . 09/06/2026, 20:18 WIB

Gunungkidul Terancam Kekeringan, PDAM Tirta Handayani Genjot Pompa Air Sungai Bawah Tanah

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

jogja.fin.co.id  - Bayang-bayang krisis air bersih akibat musim kemarau panjang kembali mengintai kawasan perbukitan karst Kabupaten Gunungkidul. Merespons potensi bencana tahunan tersebut, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul langsung memasang kuda-kuda dengan memperkuat kesiapan infrastruktur distribusi air bersih di 16 kapanewon (kecamatan) yang tersebar di wilayahnya.

Upaya mitigasi ini menjadi prioritas utama seiring masuknya laporan pemutakhiran data teknis pada bulan Juni 2026 ini. Manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handayani kini tengah berada di bawah tekanan untuk memastikan pasokan air ke puluhan ribu rumah warga tetap mengalir lancar saat sumber air permukaan mulai mengering.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menegaskan bahwa ketersediaan air bersih merupakan pilar fundamental dalam menentukan kualitas hidup masyarakat serta roda pembangunan daerah. Oleh sebab itu, dia meminta seluruh elemen pekerja di lingkungan PDAM Tirta Handayani untuk menempatkan diri sebagai barisan terdepan pelayanan publik selama masa sulit kemarau nanti.

"Indikator keberhasilan pengelolaan lembaga ini tidak boleh hanya bersandar pada laporan profitabilitas keuangan semata, melainkan pada tingkat kepercayaan serta kepuasan warga yang menikmati layanannya," ujar Endah di hadapan jajaran pegawai PDAM Tirta Handayani di Yogyakarta, Selasa, 9 Juni 2026.

Siasat Menembus Tantangan Geografis Perbukitan

Kondisi topografi Gunungkidul yang berbukit-bukit menuntut skema distribusi yang tidak mudah. Plt Pengurus PDAM Tirta Handayani, Supriyanto, mengungkapkan bahwa hingga awal Juni tahun ini, pihaknya telah mengelola sebanyak 62.528 Sambungan Rumah (SR) yang menjangkau sekitar 24,17 persen dari total populasi penduduk di 16 kapanewon.

Untuk mengalirkan air ke kawasan hunian yang berada di area elevasi tinggi, manajemen mengandalkan infrastruktur masif berupa jaringan pipa transmisi dan distribusi yang membentang sepanjang ratusan ribu meter. Sistem pasokan ini ditopang oleh operasional tujuh unit Instalasi Pengolahan Air (IPA), 95 unit mesin pompa, serta instalasi stasiun booster di berbagai titik strategis.

Supriyanto mengakui, operasional pengambilan air dari perut bumi membutuhkan konsumsi energi yang luar biasa besar. Pasalnya, tim teknis harus menyedot air dari jaringan sungai bawah tanah lalu mendorongnya naik ke atas bukit sebelum dialirkan ke rumah-rumah pelanggan.

"Fokus kerja kami saat ini tertuju penuh pada optimalisasi kapasitas produksi. Hal ini menjadi upaya mendesak demi mengantisipasi dampak buruk fenomena El Niño serta ancaman masa kemarau panjang, sehingga hak masyarakat atas air bersih tidak terganggu," urai Supriyanto.

Optimalisasi Anggaran Melalui Panel Surya dan CSR

Baca Juga

Besarnya biaya operasional akibat beban tarif listrik pompa air bawah tanah memicu lahirnya kebijakan efisiensi baru. Bupati Endah Subekti menginstruksikan manajemen untuk segera memulai studi kelayakan pemanfaatan energi terbarukan, salah satunya dengan menjajaki penerapan teknologi solar cell (panel surya) untuk memotong ketergantungan pada arus listrik konvensional. Menurutnya, penyelesaian kendala di lapangan harus dijawab melalui inovasi pemanfaatan energi alternatif.

Di sisi lain, Pemkab Gunungkidul juga berusaha menertibkan proyek pembuatan sumur bor fungsional yang kerap diinisiasi oleh pihak swasta maupun lembaga perbankan melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR). Bupati menyatakan akan segera mengirimkan surat resmi kepada para pemangku kepentingan agar setiap rencana pengeboran sumur baru wajib dikoordinasikan terlebih dahulu dengan PDAM. Penyelarasan ini dinilai penting agar sebaran titik sumur bor tidak merusak tata ruang dan sistem penyediaan air minum daerah yang sudah ada.

Guna mengawal operasional yang berat ini, PDAM Tirta Handayani menyiagakan 279 personel yang tersebar di empat kantor cabang utama, meliputi Cabang Wonosari, Cabang Seropan, Cabang Bribin, dan Cabang Baron. Seluruh armada ini dikerahkan penuh untuk mengamankan kebutuhan domestik warga dari ancaman kekeringan di sepanjang musim kemarau tahun ini.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com