News . 09/06/2026, 18:11 WIB

Selidiki Misteri Api 'Gaib' Seyegan, Tim Geologi UGM Temukan Anomali Bawah Tanah

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

jogja.fin.co.id - Fenomena kemunculan api spontan yang menghanguskan ratusan barang di dalam kediaman Mutfiana, warga Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, masih terus diselidiki. Tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mendeteksi adanya struktur anomali pada lapisan bawah permukaan tanah yang berada tepat di area pemukiman terdampak.

Eksplorasi tersebut berjalan menggunakan metode geolistrik multichanel oleh Laboratorium Geofisika Eksplorasi, Departemen Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM pada Selasa, 9 Juni 2026. Cara ini dilakukan untuk melokalisir rambatan energi atau material asing yang memicu kebakaran berulang selama lebih dari dua pekan terakhir.

Saptono Budi Samodra selaku peneliti utama dari Teknik Geologi UGM memaparkan bahwa pemetaan kali ini menerapkan spasi pengukuran yang jauh lebih rapat, yakni dengan jarak hanya satu meter di sekeliling area rumah korban. Pola pendek ini sengaja dipilih demi mengejar gambaran variasi lapisan tanah yang jauh lebih presisi dan detail pada titik makro perimeter kebakaran.

Menurut penjelasan Saptono, timnya sengaja memasang alat ukur di sisi selatan, utara, timur, hingga barat bangunan utama demi mengisolasi sebaran data. Penyelidikan berskala mikro ini sekaligus melengkapi hasil pemetaan regional berdimensi luas yang sebelumnya sudah diselesaikan oleh tim peneliti dari UPN Veteran Yogyakarta.

Deteksi Rekahan dan Potensi Kantung Gas

Meskipun data mentah dari alat geolistrik membutuhkan proses kalkulasi laboratorium yang panjang, indikasi awal memperlihatkan adanya kejanggalan struktural. Berdasarkan pembacaan grafik sementara, titik anomali kelistrikan tersebut terdeteksi paling kuat pada sisi sebelah selatan kediaman Mutfiana.

"Kami menemukan adanya perbedaan nilai hambatan listrik atau resistivitas di bawah permukaan, yang mengindikasikan keberadaan material tidak sejenis di sana," ungkap Saptono Budi Samodra saat memberikan keterangan ilmiah di lokasi penyisiran, Seyegan.

Pakar geologi FT UGM tersebut menambahkan bahwa deviasi struktur tersebut bisa merujuk pada dua kemungkinan, yakni terbentuknya rekahan tanah baru atau adanya objek material tertentu yang tertimbun di kedalaman tanah dengan karakteristik kelistrikan yang kontras.

Sektor yang menjadi fokus perhatian tim gabungan saat ini adalah menguji kebenaran hipotesis awal mengenai keberadaan lapisan endapan rawa purba. Endapan organik jenis ini memiliki karakter alamiah yang mampu memproduksi gas metana dalam volume besar di bawah tekanan batuan.

Teror Api Mulai Merembet ke Tetangga

Baca Juga

Jika kantung gas organik tersebut benar-benar eksis di kedalaman, maka keberadaan celah atau retakan tanah akan menjadi jalur migrasi vertikal yang meloloskan gas bertekanan tersebut langsung menuju ke permukaan. Akumulasi gas yang bergesekan dengan material udara luar inilah yang diduga memicu timbulnya percikan api secara acak tanpa sumber pemantik konvensional.

Rentetan peristiwa kebakaran misterius ini sendiri diketahui telah mendera pemukiman warga Seyegan sejak Sabtu, 23 Mei lalu. Hingga memasuki pekan ketiga, intensitas kemunculan api spontan telah tercatat terjadi hingga ratusan kali dan merusak berbagai perabot rumah tangga mulai dari pakaian, kasur, hingga gorden.

Kondisi psikologis keluarga korban kini kian tertekan seiring belum adanya kepastian kapan fenomena geologi ini akan berakhir. Kewaspadaan warga sekitar bahkan ikut meningkat tajam setelah muncul laporan terbaru bahwa sejumlah barang di dalam bangunan rumah milik tetangga sebelah mulai ikut terbakar secara mendadak dengan pola yang sama.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com