News . 09/06/2026, 16:28 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id – Sebuah video yang memperlihatkan rombongan diduga pengemis diturunkan dari mobil Elf di kawasan wisata Rowo Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, viral di media sosial dan memicu perhatian publik.
Rekaman tersebut beredar melalui sejumlah platform, termasuk unggahan akun Facebook BERITA SEPUTAR JATINOM dan TikTok. Dalam video yang tersebar, tampak satu unit mobil Elf berhenti di tepi jalan dekat kawasan wisata yang ramai dikunjungi masyarakat.
Beberapa orang berpakaian sederhana dengan perkiraan usia sekitar 50 hingga 60 tahun terlihat turun dari kendaraan. Namun, situasi berubah ketika sejumlah warga mendekat dan menegur rombongan tersebut.
Dalam video itu, warga mempertanyakan maksud kedatangan mereka. Setelah mendapat teguran, beberapa orang yang sempat turun tampak kembali masuk ke kendaraan.
Sopir mobil sempat menjawab pertanyaan warga mengenai asal rombongan tersebut. Berdasarkan percakapan yang terekam dalam video, pengemudi menyebut rombongan berasal dari wilayah Jatinom dan berangkat dari area GOR.
Ketika suasana di lokasi mulai memanas dan warga meminta rombongan meninggalkan kawasan tersebut, mobil Elf akhirnya pergi dari lokasi.
Menanggapi video yang ramai diperbincangkan itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Klaten mulai melakukan penelusuran terkait dugaan keberadaan rombongan pengemis yang disebut hendak beraktivitas di kawasan wisata Rowo Jombor.
Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Klaten, Sulamto, mengatakan pihaknya memberikan perhatian serius terhadap video yang beredar di media sosial.
Satpol PP, kata dia, berencana melakukan penyisiran dan pemantauan di sejumlah titik keramaian, termasuk kawasan Rowo Jombor yang menjadi salah satu destinasi wisata di Klaten.
"Pemantauan dilakukan guna memastikan kondisi di lapangan sekaligus menertibkan aktivitas mengemis yang dinilai dapat mengganggu kenyamanan masyarakat maupun pengunjung wisata," katanya.
Selain itu, pihaknya juga akan mendalami kemungkinan adanya pihak tertentu yang mengatur atau mengoordinasi aktivitas tersebut apabila ditemukan indikasi ke arah itu.
Dia menjelaskan, pemerintah daerah ingin memastikan kawasan wisata tetap tertib dan nyaman bagi masyarakat. Karena itu, dugaan aktivitas pengemis yang dilakukan secara terorganisir akan ditelusuri lebih lanjut.
Kemunculan video viral tersebut memunculkan kekhawatiran sejumlah warga terkait kenyamanan pengunjung di kawasan wisata Rowo Jombor.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media