BPN Sleman Buka Suara Usai Didemo, Akui Beban Layanan Tinggi dan Janji Berbenah
BPN Sleman buka suara usai aksi staf notaris PPAT dan freelance. Kantah mengakui tingginya beban layanan, menambah tenaga bantu, dan menjanjikan percepatan administrasi pertanahan.
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp Follow
Kantah Sleman juga mendorong masyarakat memanfaatkan layanan digital “Rojali” atau Roya Jadi Lima Menit. Program ini diperuntukkan bagi pemilik sertifikat elektronik yang ingin mengurus roya secara mandiri.
Imam menyebut proses layanan dapat diselesaikan dalam waktu singkat dengan biaya resmi Rp50 ribu tanpa pungutan tambahan.
Sementara itu, anggota Paguyuban Pegawai PPAT dan Freelance Sleman, Wildan Sasongko, menyatakan aksi yang digelar bertujuan menyampaikan masukan terkait pelayanan di Kantah Sleman, terutama soal lamanya durasi penyelesaian berkas.
“Kami menyampaikan aspirasi dan harapannya tentu ada perbaikan pelayanan,” kata Wildan.
Baca Juga
Kepala Kantor Wilayah ATR/BPN DIY, Sepyo Achanto, turut hadir memantau jalannya penyampaian aspirasi di Kantah Sleman. Proses dialog antara paguyuban dan pihak kantor pertanahan berlangsung tertib hingga selesai.