Diduga Terusik Proyek Tol Jogja–Bawen, Ular Mulai Teror Rumah Warga Ngluwar Magelang
Ilustrasi ular yang mulai meneror rumah warga Karangtalun, Ngluwar, Magelang diduga dampak aktivitas proyek tol.Foto:Wikipedia
jogja.fin.co.id - Aktivitas pembukaan lahan dan mobilisasi alat berat untuk proyek Jalan Tol Jogja–Bawen di Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, mulai memicu dampak lingkungan yang nyata bagi masyarakat sekitar. Sejumlah warga di Dusun Karangtalun mengaku resah akibat maraknya fenomena satwa liar jenis reptil yang mulai bermigrasi dan masuk ke dalam area perumahan dalam beberapa hari terakhir.
Kemunculan ular di kawasan permukiman ini diduga kuat terjadi lantaran habitat asli mereka di alam terbuka terganggu oleh intensitas pengerjaan jalur bebas hambatan tersebut. Akibatnya, hewan-hewan melata ini kehilangan tempat bernaung dan mulai menyusup ke ruang domestik warga untuk mencari tempat persembunyian baru.
Salah satu peristiwa menegangkan menimpa Emi (35), seorang ibu rumah tangga di Karangtalun, pada Sabtu dini hari, 6 Juni 2026 sekitar pukul 03.00 WIB. Korban yang saat itu tengah terlelap di dalam kamar bersama kedua buah hatinya mendadak terbangun setelah mendengar suara asing dari arah tempat tidur.
Adik kandung korban, Fatma (33) menceritakan bahwa kakaknya mengira desisan halus tersebut berasal dari mesin pencetak dokumen atau printer yang mendadak aktif secara otomatis. Didorong rasa penasaran yang besar di waktu dini hari, Emi (35) bergegas memutar sakelar untuk menyalakan lampu kamar guna memeriksa sumber suara.
Baca Juga
"Kakak saya awalnya mendengar suara menyerupai printer, desisnya sangat halus. Karena merasa janggal ada suara seperti itu pada dini hari, dia bangun dan menghidupkan lampu. Ternyata ada bagian ekor ular yang menyembul di sela-sela springbed," ungkap Fatma kepada jurnalis.
Melihat ada reptil bersembunyi di bawah tubuhnya, Emi (35) langsung didera kepanikan. Dia seketika melompat dari kasur, menyambar kedua anaknya yang masih mengantuk, lalu berlari keluar kamar untuk menyelamatkan diri. Setelah kepanikan mereda, pihak keluarga sempat melakukan upaya pencarian mandiri, namun ular tersebut sudah lebih dulu meloloskan diri melalui celah pintu rumah.
Migrasi Satwa Liar di Area Sabuk Hijau Ngluwar
Fenomena masuknya ular ke area privat ini ternyata bukan kasus tunggal. Fatma memastikan bahwa ancaman serupa juga menimpa beberapa tetangga dekatnya di lingkungan RT setempat dalam rentang waktu yang berdekatan. Pola kemunculan yang serentak ini memperkuat indikasi adanya eksodus massal satwa melata dari area persawahan atau semak belukar yang kini telah diratakan oleh buldozer proyek.
Masyarakat setempat menilai perubahan bentang alam di sepanjang koridor Ngluwar menjadi pemicu utama satwa liar kehilangan pasokan makanan dan tempat bersarang. Konstruksi fisik yang masif memaksa ular-ular tersebut bergerak ke luar radius proyek dan masuk ke rumah-rumah terdekat yang dianggap lebih hangat dan aman.
"Tetangga di sekitar rumah juga mengeluhkan hal serupa dalam beberapa hari belakangan. Rumah mereka kemasukan ular. Kami menduga kuat ini imbas dari pembongkaran lahan untuk jalan tol," tambah Fatma. Meski demikian, hingga saat ini otoritas kedinasan maupun pihak pelaksana proyek infrastruktur belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait korelasi langsung antara aktivitas konstruksi dengan peningkatan intensitas gangguan satwa liar di pemukiman.
Baca Juga
- Eks Bupati Pati Sudewo Segera Disidang Senin 15 Juni, Penahanan Dipindah dari Jakarta ke Semarang
- Tertanam 4 Meter di Bawah Lantai, Emas Kuno dan Dua Arca Dewa Surya Ditemukan di Candi Losari Magelang
Keluhan Beruntun Warga Terdampak Jalur Logistik
Kawasan Ngluwar dan sekitarnya saat ini memang menjadi salah satu titik sentral pengerjaan fisik Tol Jogja–Bawen yang menghubungkan Provinsi Jawa Tengah dengan Daerah Istimewa Yogyakarta. Hilir mudik truk bermuatan material urukan serta penanaman tiang pancang beton terus dikebut di sejumlah titik pendaratan lahan.
Dampak pengerjaan mega proyek ini ternyata tidak berhenti pada teror ular di dalam kamar tidur. Sebagian besar warga yang bermukim di sepanjang koridor jalan lokal ruas Salam–Ngluwar mulai menyuarakan keluhan terkait kerusakan struktur aspal jalan. Beban muatan armada dump truck yang melebihi kapasitas dituding menjadi penyebab utama hancurnya akses mobilitas harian warga.
Masyarakat menegaskan bahwa mereka tidak menolak pembangunan infrastruktur nasional yang bernilai strategis bagi ekonomi wilayah. Namun, warga mendesak pihak kontraktor dan pemerintah daerah untuk tidak mengabaikan aspek mitigasi lingkungan serta kenyamanan sosial masyarakat yang berada di ring satu terdampak proyek selama masa konstruksi berlangsung.