News . 10/06/2026, 10:28 WIB

Notaris dan PPAT Geruduk BPN Sleman, Protes Pelayanan Lambat: Pejabat Ganti Aturan Ganti!

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

jogja.fin.co.id - Suasana Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Sleman mendadak ramai pada Rabu 10 Juni 2026 pagi. Puluhan orang yang tergabung dalam Paguyuban Staf Notaris PPAT Kabupaten Sleman bersama pekerja lepas (freelance) mendatangi kantor tersebut untuk menyampaikan protes terhadap pelayanan pertanahan yang dinilai lambat dan membingungkan.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB, massa mulai memadati area lobi hingga halaman parkir kantor BPN Sleman. Mereka datang membawa berbagai poster bernada kritik terhadap proses birokrasi yang dianggap terlalu lama, terutama dalam pengurusan dokumen pertanahan.

Aksi berlangsung tertib, namun suara keresahan tampak kuat melalui tulisan-tulisan yang dibawa peserta. Beberapa peserta terlihat berdiri di depan loket pelayanan sambil mengangkat poster berisi sindiran maupun tuntutan.

Salah satu poster bertuliskan, “Luwih suwe gawe sertipikat daripada gawe anak” atau lebih lama membuat sertifikat dibanding membuat anak. Ada pula tulisan bernada satire, “Penak jaman biyen Pak... opo-opo suwe... terusno pak aku rapopo.” (enakan zaman dulu pak, apa apa lama, teruskan pak aku gak papa)

Massa juga menyoroti persoalan berkas yang dinilai tidak jelas keberadaannya. Dalam poster lain tertulis, “Berkas jelas neng mejo kok muni ora ono!!!” yang menyiratkan keluhan terhadap administrasi dokumen yang dianggap tidak transparan.

Keluhkan Lambatnya Pelayanan Berkas

Berdasarkan materi aspirasi yang disampaikan peserta aksi, keluhan terbesar mengarah pada lambatnya pelayanan di sejumlah loket. Salah satu yang menjadi sorotan yakni Loket 3 yang menangani koreksi berkas, termasuk konversi, pecah waris, hingga penghapusan hak atau roya.

Selain itu, proses validasi Surat Ukur (SU) juga disebut memakan waktu panjang. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan proses kerja staf notaris, PPAT, maupun masyarakat yang sedang mengurus dokumen pertanahan.

Tidak sedikit peserta aksi mengaku kebingungan karena prosedur dan mekanisme pelayanan dianggap sering berubah. Kritik itu terlihat dalam poster bertuliskan “Pejabat ganti, aturan ganti!!!” yang cukup menyita perhatian peserta maupun pengunjung kantor.

Di tengah aksi, sejumlah warga yang datang untuk mengurus keperluan administrasi tampak tetap berada di area pelayanan. Petugas keamanan dan aparat kepolisian terlihat berjaga untuk memastikan situasi tetap kondusif.

Baca Juga

Aksi yang bertajuk “Penyampaian Keluhan dan Aspirasi” itu sebelumnya telah diberitahukan kepada Polsek Sleman. Massa memilih menyampaikan tuntutan secara terbuka agar persoalan pelayanan pertanahan mendapat perhatian dan perbaikan.

Soroti Kepastian Waktu Pengurusan

Selain lambatnya pelayanan, peserta aksi juga menyoroti kepastian waktu penyelesaian dokumen. Sejumlah poster berisi keluhan mengenai jadwal pengambilan sertifikat yang dinilai tidak pasti hingga pemberitahuan perubahan jadwal yang disebut sering mendadak.

Bagi para staf notaris dan PPAT, ketidakjelasan proses administrasi berdampak langsung terhadap pekerjaan mereka karena berkaitan dengan penyelesaian dokumen klien.

Hingga aksi berlangsung, massa masih bertahan di area kantor BPN Sleman sambil menyampaikan aspirasi secara bergantian. Mereka berharap pelayanan pertanahan di Sleman dapat berjalan lebih cepat, jelas, dan memberi kepastian bagi masyarakat maupun profesi yang bergantung pada proses administrasi tersebut.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com