Menyelami Makna Tradisi Wiwitan di Sleman, Simbol Syukur dan Ketahanan Pangan Petani
Bupati Sleman Harda Kiswaya menghadiri tradisi wiwitan menjelang panen padi di Dusun Pojok, Sinduadi, Sleman.Foto:HumasSleman
jogja.fin.co.id - Suasana Dusun Pojok, Kalurahan Sinduadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, tampak berbeda saat Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sinduadi menggelar tradisi wiwitan menjelang panen padi, Kamis 11 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian budaya petani yang masih terjaga di tengah perubahan zaman.
Bupati Sleman Harda Kiswaya hadir dalam kegiatan tersebut. Ia turut mengikuti prosesi dan melakukan panen padi secara simbolis bersama para petani. Kehadiran pemerintah daerah menegaskan posisi tradisi ini tidak hanya sebagai kegiatan budaya, tetapi juga bagian dari ekosistem pertanian yang hidup di masyarakat.
Syukur Petani dan Makna Wiwitan
Tradisi wiwitan dipahami sebagai bentuk ungkapan rasa syukur para petani atas hasil bumi yang mulai siap dipanen. Dalam praktiknya, wiwitan tidak berdiri sebagai ritual kosong, tetapi tumbuh dari kesadaran kolektif masyarakat agraris yang bergantung pada tanah dan musim.
Harda Kiswaya menilai wiwitan memiliki makna yang lebih luas dari sekadar seremonial adat. Ia menyebut tradisi ini sebagai ungkapan syukur atas hasil pertanian yang melimpah sekaligus pengingat pentingnya menjaga keberlanjutan sektor pangan.
Baca Juga
Nilai budaya yang melekat pada wiwitan memperlihatkan bagaimana masyarakat petani membangun hubungan harmonis dengan alam. Kegiatan ini juga memperkuat solidaritas antarpetani dalam satu kelompok tani.
Di balik berlangsungnya tradisi tersebut, sektor pertanian di Sleman menghadapi tantangan yang tidak ringan. Alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan permukiman menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
Kondisi ini berdampak pada berkurangnya area produktif yang selama ini menjadi penopang ketahanan pangan lokal. Pemerintah Kabupaten Sleman mendorong intensifikasi pertanian sebagai salah satu upaya menjaga produktivitas lahan yang tersisa.
Upaya tersebut mencakup pemanfaatan teknologi pertanian, penggunaan bibit unggul, hingga dukungan sarana produksi bagi petani.
Dukungan Pemerintah untuk Petani
Baca Juga
- Hari Jadi Bantul ke-195 Bakal Semarak: Ada Carnival, Festival Budaya hingga Creative Expo
- Naik Kereta dari Jogja Kini Lebih Nyaman, 21 Rangkaian New Generation Resmi Beroperasi
Pemkab Sleman melalui Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan menyatakan komitmennya untuk terus mendampingi petani. Dukungan diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari penyediaan bibit unggul, bantuan pupuk, hingga alat dan mesin pertanian.
Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan produksi pertanian di tengah tekanan alih fungsi lahan. Pemerintah juga membuka ruang komunikasi dengan kelompok tani agar kebutuhan di lapangan dapat tersampaikan secara langsung.
Selain persoalan lahan, regenerasi petani menjadi isu yang tidak kalah penting. Bupati Sleman mengajak generasi muda untuk mulai mencintai dunia pertanian dan terlibat dalam pengelolaan sektor ini.
Menurutnya, keberlanjutan pertanian sangat bergantung pada keterlibatan generasi baru. Tanpa regenerasi, sektor pertanian berpotensi kehilangan tenaga produktif di masa mendatang.
Pertanian tidak lagi dipandang sebagai sektor tradisional semata, tetapi juga ruang ekonomi yang memiliki peluang pengembangan berbasis teknologi dan inovasi.