Warganya Makin Kritis, Bupati Bantul Wanti-wanti ASN Kerja Nyata di Momen Hari Jadi ke-195
Jembatan Kabanaran salah satu ikon Kabupaten Bantul.Foto:Wikipedia
jogja.fin.co.id - Pemerintah Kabupaten Bantul mulai mematangkan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-195 yang jatuh pada 20 Juli. Tahun ini, perayaan tidak hanya dikemas sebagai agenda seremonial, tetapi juga diarahkan menjadi ruang refleksi kinerja aparatur sipil negara (ASN) di tengah meningkatnya tuntutan publik.
Tema yang diangkat, “Dharmaning Satriyo Akarya Raharjaning Nagari”, menekankan nilai pengabdian melalui kerja nyata untuk mewujudkan kesejahteraan daerah. Panitia menilai tema tersebut merepresentasikan semangat pelayanan, profesionalisme, inovasi, dan gotong royong dalam birokrasi.
Ketua Panitia Hari Jadi Kabupaten Bantul ke-195, Agus Budiraharja, menyampaikan bahwa tema tersebut menjadi pijakan moral bagi seluruh rangkaian kegiatan. Ia menegaskan bahwa nilai kepahlawanan dalam konteks modern diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam pelayanan publik.
“Dharmaning Satriyo Akarya Raharjaning Nagari bermakna bahwa pengabdian seorang satria diwujudkan melalui karya nyata untuk menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran kabupaten,” ujar Agus di Yogyakarta, Kamis, 11 Juni 2026.
Baca Juga
Rangkaian Acara Dikemas sebagai Ruang Partisipasi Publik
Pemkab Bantul menyiapkan sejumlah agenda dalam rangka Hari Jadi ke-195. Kegiatan tersebut mencakup Bantul Youth Entrepreneurship, bakti sosial, donor darah, hingga layanan cek kesehatan gratis.
Agenda lain juga meliputi silaturahmi dengan bupati dan wakil bupati periode sebelumnya, Bantul Run, ziarah, peresmian proyek, sarasehan, serta upacara puncak Hari Jadi Kabupaten Bantul. Selain itu, terdapat Bantul Night Carnival, Mataram Culture Fest, dan Bantul Creative Expo.
Panitia menempatkan seluruh rangkaian kegiatan sebagai ruang interaksi antara pemerintah dan masyarakat. Namun, di balik kemeriahan agenda tersebut, Pemkab menegaskan adanya pesan besar terkait penguatan kinerja birokrasi.
Agus menyebut, peringatan hari jadi menjadi momentum untuk menautkan kembali sejarah dengan arah pembangunan ke depan. Ia menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen dalam mendukung visi dan misi pemerintah daerah.
Bupati Bantul Soroti Tantangan Pelayanan Publik
Baca Juga
- Prakiraan Cuaca Jogja Hari Ini 12 Juni 2026: Siang Mendung, Hujan Ringan Melanda Seluruh DIY
- Sajikan View Laut dan Gunung, Kelok 23 DIY Diproyeksikan Jadi Spot Baru di Selatan Jogja
Di sisi lain, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih memberikan penekanan berbeda dalam momentum peringatan ini. Ia menyoroti tantangan yang dihadapi pemerintah daerah, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di tengah masyarakat yang semakin kritis.
Halim menilai tuntutan masyarakat terhadap transparansi dan akuntabilitas semakin tinggi. Kondisi tersebut menuntut ASN untuk bekerja lebih serius dan konsisten dalam menjalankan tugasnya.
“Kita masih punya tantangan yang tidak ringan, bahkan semakin berat,” kata Halim.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan utama dalam rangkaian Hari Jadi ke-195 Bantul, karena menyentuh langsung pada kinerja aparatur pemerintahan di lapangan.
Bupati Halim menegaskan bahwa akuntabilitas harus menjadi prinsip utama dalam pelayanan publik. Ia mengingatkan bahwa masyarakat kini tidak lagi pasif, melainkan aktif mengawasi dan menilai kinerja pemerintah.