Eksplore Jogja . 14/06/2026, 23:52 WIB

Rupiah Melemah, Bantul Malah Kebanjiran Turis Asing

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

Promosi melalui media sosial dinilai efektif menjangkau pasar internasional dengan biaya lebih terjangkau. Konten wisata Bantul juga dikaitkan dengan akun-akun pariwisata besar agar jangkauannya lebih luas.

“Kami menghubungkan konten promosi dengan akun wisata yang memiliki banyak pengikut, seperti Visiting Jogja dan akun pariwisata lainnya,” tutur Saryadi.

Selain promosi digital, Dinpar Bantul juga menggandeng Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) untuk memperluas penetrasi pasar luar negeri.

Menurut Saryadi, karakter wisatawan asing yang datang ke Bantul, terutama dari kawasan Eropa, Amerika, hingga Australia, cenderung mencari konsep quality tourism.

Kelompok wisatawan tersebut umumnya lebih menyukai suasana tenang, dekat alam, dan jauh dari keramaian.

“Trennya, wisatawan asing di Bantul lebih memilih destinasi alam yang tidak terlalu ramai agar mereka bisa menikmati kenyamanan,” kata dia.

Beberapa kawasan yang cukup diminati wisman antara lain Mangunan, Imogiri, serta desa-desa wisata di Pajangan dan Kebon Agung. Di lokasi tersebut, wisatawan asing tidak hanya menikmati panorama, tetapi juga merasakan kehidupan masyarakat lokal secara langsung.

“Mereka menikmati keseharian dengan hidup bersama masyarakat sekitar,” ujar Saryadi.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com