News . 15/06/2026, 20:37 WIB

Riset Ditutup: UPN Pastikan Gas Sungai Nepen dan Patahan Bukan Pemicu Api Misterius Seyegan

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

jogja.fin.co.id - Tim pakar kebumian dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Yogyakarta resmi menghentikan rangkaian penelitian lapangan terkait fenomena kebakaran berulang di Seyegan, Kabupaten Sleman. Hasil investigasi mendalam para geolog menyimpulkan bahwa indikator alam di sekitar lokasi tidak memiliki keterkaitan dengan munculnya titik api di hunian warga.

Dekan Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) UPN "Veteran" Jogja, Prof. Dr. Ir. RM. Basuki Rahmad, mengungkapkan seluruh proses pengambilan data ilmiah kini sudah berakhir. Dia menyimpulkan tidak ada hubungan yang ada di sungai Nepen dengan rumah yang terbakar.

"Kami resmi menutup (riset). Jadi tidak ada hubungan sekali lagi gas yang ada di Sungai Nepen dengan rumah yang terbakar," ungkap Basuki di Sleman, Senin 15 Juni 2026.

Temuan Lapangan: Batu Lempung dan Semburan Gas

Penyelidikan tim geolog ini bermula dari pengamatan struktur permukaan di sekitar aliran Sungai Nepen. Di kawasan tersebut, para peneliti mendeteksi keberadaan formasi batu lempung gelap yang awalnya diduga sebagai sumber pembentukan gas rawa alami.

Dugaan awal tersebut diperkuat dengan munculnya gelembung-gelembung gas yang keluar dari dasar air tepat di samping singkapan batuan. Namun, setelah dilakukan pengujian visual secara langsung menggunakan pemantik, senyawa udara dari gelembung tersebut terbukti tidak dapat menyala atau terbakar. Meskipun daya dorong tekanan udara di dalam air terpantau cukup kuat, material gas tersebut murni tidak memiliki sifat mudah terbakar.

Jarak antara titik semburan gas di sungai dengan rumah Mutfiana—korban yang terdampak kebakaran—juga menjadi poin penting dalam analisis tim UPN. Jarak kedua lokasi tersebut membentang sejauh 250 meter.

Dengan tidak menyalanya sampel gas saat diuji, tim peneliti memastikan pasokan udara dari sungai tidak mengalir sebagai bahan bakar alami ke area pemukiman.

Deteksi Patahan Lewat Geolistrik

Guna memperkuat akurasi pemetaan bawah tanah, tim UPN juga menerapkan metode geofisika berupa pemindaian geolistrik dan geomagnetik. Hasil visualisasi bawah permukaan memang memperlihatkan adanya beberapa jalur patahan geologi aktif di wilayah Seyegan. Salah satu retakan batuan bumi tersebut bahkan ditemukan membentang tepat di bawah pondasi bangunan rumah yang terbakar.

Baca Juga

Kendati ada celah retakan tanah di bawah hunian, absennya kandungan gas alami yang mudah terbakar membuat tim menyimpulkan bahwa struktur patahan tersebut sama sekali bukan pemicu kebakaran.

"Jadi kami mengerucut menyimpulkan kami tidak menemukan hubungan antara rumah yang terbakar dengan gelembung gas yang kami temukan di Sungai Nepen," pungkas Basuki.

Pemerintah Daerah Ambil Alih Langkah Lanjutan

Hasil akhir kajian geologi dari UPN Veteran Yogyakarta ini sekaligus melengkapi laporan dari instansi lain yang dihimpun oleh Pemerintah Kabupaten Sleman. Sebelum penutupan riset ini, Pemkab Sleman juga telah mencocokkan data dengan pengujian laboratorium dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang mendeteksi adanya residu material resin PVC yang mudah terbakar di lokasi kejadian.

Selain itu, pemantauan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menunjukkan kadar gas lingkungan dan suhu di area tersebut masih berada di bawah ambang batas normal. Dengan gugurnya faktor murni fenomena alam berdasarkan riset kebumian ini, Pemkab Sleman kini menyerahkan penanganan kasus sepenuhnya kepada jajaran Polresta Sleman guna menyelidiki potensi adanya unsur kesengajaan atau faktor manusia di balik rangkaian teror kebakaran tersebut.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com