Kamis, 18 Juni 2026
--°C --
-- · --
News

Toko Kelontong Kalah Saing? ISMI DIY Buka Konsultasi Hadapi Ritel Modern dan Warung Madura

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
18/06/2026, 08:46 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
 Toko Kelontong Kalah Saing? ISMI DIY Buka Konsultasi Hadapi Ritel Modern dan Warung Madura

Potret warung Madura yang berani buka 24 jam sehingga menggeser eksistensi toko kelontong lokal.Foto: Shutterstock/Khoirahman Triyoga by ANT

jogja.fin.co.id - Eksistensi toko kelontong tradisional kelolaan warga lokal di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kini menghadapi ujian berat. Keberadaan jaringan ritel modern yang menggurita hingga ke pelosok desa serta ketangguhan warung kelontong Madura penantang pasar 24 jam mempersempit ruang gerak pedagang setempat.

Menghadapi situasi pelik ini, Ikatan Saudagar Muslim DIY (ISMI DIY) turun tangan menyiapkan benteng pertahanan bagi para pelaku usaha mikro tersebut.

Lembaga ini membuka ruang konsultasi khusus bagi pemilik toko kelontong mandiri atau non-jejaring. Program pendampingan bertujuan meningkatkan daya saing warung kelontong agar memiliki manajemen modern yang kompetitif.

Pengurus melihat penguatan tata kelola internal menjadi kunci utama agar pedagang lokal tidak gulung tikar dari tanah kelahiran mereka sendiri.

Advertisement

Konsultan Bisnis ISMI DIY, Coach Erwin, memaparkan program fasilitasi tersebut secara gamblang. Pihaknya sengaja menyediakan ruang diskusi interaktif agar pemilik toko kecil di tengah masyarakat memiliki kompetensi setara menghadapi para raksasa ritel.

Pengurus siap membedah kelemahan manajemen warung tradisional, mulai dari penataan barang, pematokan harga, hingga pelayanan konsumen.

"Kami membuka klinik konsultasi khusus bagi pemilik toko mandiri non-jejaring. Pendampingan ini dirancang agar warung warga lokal memiliki daya saing kuat, sehingga mampu berhadapan langsung dengan jejaring toko modern maupun fenomena menjamurnya toko Madura," ujar Erwin dalam sela persiapan program kerja organisasi di Yogyakarta.

Biro konsultasi bisnis cuma-cuma ini dapat diakses langsung oleh masyarakat luas dalam waktu dekat. Pengurus memanfaatkan momentum pameran Shafiyyah Expo yang berlangsung di Jogja Expo Center (JEC) pada 19–21 Juni 2026. Selama tiga hari penuh, tim kurasi bisnis bersiap melayani para pedagang kelontong daerah yang ingin memperbarui sistem penjualan mereka di stan nomor C2.

Selain membuka klinik edukasi warung kelontong, momentum pameran di JEC menjadi sarana organisasi menjaring anggota baru. Pengusaha pemula yang bergabung nantinya mendapatkan akses jaringan pasar yang lebih luas.

Ketua ISMI DIY, Wawan Harmawan, menyampaikan kepeduliannya terhadap nasib ekonomi kerakyatan tingkat bawah. Dia memaparkan komitmen organisasi saat memimpin rapat pleno pengurus pada Selasa 16 Juni 2026.

Baca Juga

Menurutnya, kapabilitas seluruh pengurus harus didistribusikan secara konkret kepada para pelaku ekonomi kecil, terutama kelompok usaha mikro dan pemula. Wakil Wali Kota Yogyakarta tersebut menegaskan aksi nyata ini mendesak dilakukan mengingat kondisi ekonomi nasional sedang mengalami tekanan berat.

Penguatan lini ritel tradisional ini nantinya berjalan beriringan dengan adopsi teknologi digital. Bidang Pengembangan Bisnis Berbasis IT ISMI DIY mengonfirmasi kesiapan mereka menyokong program edukasi lanjutan pascapameran.

Kepala Bidang Pengembangan Bisnis Berbasis IT ISMI DIY, Fikri Kurniawan, memproyeksikan rangkaian pelatihan intensif pada triwulan depan. Pihaknya mengagendakan sedikitnya tiga kali lokakarya pemasaran digital berbasis kecerdasan buatan (AI) sepanjang periode Juli hingga September 2026.

Advertisement

Pelatihan difokuskan pada penguasaan media komunikasi produk agar promosi warung lokal bisa berjalan efektif, komunikatif, sekaligus memakan biaya operasional rendah.

"Teknologi digital mutakhir harus bisa mempermudah jalur promosi niaga masyarakat dengan ongkos murah," kata Fikri. Melalui kolaborasi lintas bidang ini, organisasi berharap toko kelontong lokal mampu beradaptasi dengan ekosistem bisnis kekinian yang serbadigital tanpa kehilangan karakteristik personalnya.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja