Gus Ipul Gandeng Taruna Akmil dan Akpol untuk Latih Kedisiplinan Siswa Sekolah Rakyat
Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf saat meninjau kesiapan infrastruktur gedung permanen Sekolah Rakyat baru di Kabupaten Kulon Progo, DIY.
jogja.fin.co.id - Pemerintah pusat menerapkan skema unik untuk membentuk karakter dan kedisiplinan siswa di Sekolah Rakyat Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sebanyak 2.000 taruna dari Akademi Militer (Akmil) dan Akademi Kepolisian (Akpol) akan diterjunkan langsung mendampingi para siswa melalui program "Taruna Bhakti".
Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf menjelaskan program ini melengkapi masa matrikulasi selama tiga bulan bagi para siswa baru. Masa pembelajaran khusus tersebut berjalan sebagai pendamping Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Nantinya, setiap sekolah mendapatkan pengawalan intensif dari para taruna. "Dalam program tersebut, setiap sekolah akan didampingi oleh lima Taruna Akmil dan lima Taruna Polri," kata menteri yang akrab disapa Gus Ipul di Kulon Progo, Senin 6 Juli 2026.
Para taruna mengemban tugas menanamkan nilai-nilai pembiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari siswa. Materi pembinaan meliputi manajemen waktu, pengorganisasian barang pribadi, hingga kepedulian terhadap kebersihan diri serta lingkungan sekitar.
Baca Juga
"Kita harapkan siswa belajar hal-hal baik dari kedisiplinan para taruna. Ini adalah proses adaptasi agar siswa Sekolah Rakyat dapat menemukan potensi dan bakat terbaik mereka," ujar Gus Ipul.
Penjaringan Siswa Berbasis Data Sosial
Berbeda dengan lembaga pendidikan umum, Sekolah Rakyat bentukan pemerintah ini tidak memakai sistem pendaftaran terbuka. Pemerintah menyasar langsung kelompok masyarakat prasejahtera melalui skema penjangkauan khusus.
Petugas memanfaatkan basis data terpadu yang melibatkan pendamping sosial, Dinas Sosial setempat, hingga tokoh masyarakat. Calon siswa terpilih kemudian melewati mekanisme sidang pleno sebelum ditetapkan langsung oleh kepala daerah setempat.
Secara nasional, Kementerian PU sukses merampungkan 104 gedung permanen hingga tahun 2026, di samping 166 sekolah rintisan dari Sabang sampai Merauke. Khusus di Kulon Progo, gedung baru berdiri di atas lahan Pemda DIY dengan daya tampung awal lebih dari 300 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA. Pemerintah menargetkan kapasitas totalnya berkembang hingga 1.000 siswa.
Harapan Serapan Kerja Warga Lokal
Baca Juga
- Polisi Periksa Rekaman CCTV, Buru Pelaku Pembuang Bayi di Toilet KA Sancaka
- Menko PMK Gandeng Sultan HB X Luncurkan Gerakan RANA, Amankan Anak di Ruang Digital
Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menyambut baik kepastian operasional lembaga pendidikan ini pada tahun ajaran baru. Pihak pemerintah daerah berkomitmen penuh membantu koordinasi pemenuhan fasilitas penunjang yang masih belum lengkap di lapangan.
Ambar mengusulkan agar manajemen operasional teknis sekolah ikut memberdayakan potensi masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan gedung. Pelibatan ini dinilai mampu menggerakkan roda ekonomi tingkat lokal secara instan.
"Ke depan, kami ingin mengusulkan untuk posisi security, office boy, dan segala macamnya kalau bisa mohon melibatkan masyarakat sekitar, khususnya di Kabupaten Kulon Progo," pungkas Ambar.