Jangan Buru-Buru Kasih Solusi, Psikolog UGM Ungkap Cara Tepat Hadapi Orang Stres
Ilustrasi Seorang mahasiswa sedang berdiskusi secara personal dengan konselor psikologi di lingkungan kampus Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.Foto: Christina @ wocintechchat.com M
jogja.fin.co.id – Menjaga kesehatan mental kini sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik di tengah tingginya tekanan akademik dan derasnya arus informasi media sosial. Saat melihat rekan atau kerabat mengalami tekanan emosional, masyarakat diimbau tidak terburu-buru memberikan solusi atau menghakimi kondisi tersebut.
Psikolog Ratih Ratnasari mengatakan tindakan menghakimi, membanding-bandingkan masalah, atau memaksa seseorang untuk bercerita justru berpotensi memperburuk kondisi psikologis individu yang bersangkutan. Sebaliknya, pendekatan terbaik adalah dengan menerapkan Psychological First Aid (PFA) atau pertolongan pertama psikologis.
Program PFA ini bertujuan membantu individu merasa lebih tenang, didengar, dipahami, serta terhubung dengan dukungan lanjutan. "Masyarakat agar tidak terburu-buru memberi solusi, menghakimi, membandingkan masalah, atau memaksa seseorang untuk bercerita," kata Ratih di Yogyakarta, Senin 6 Juni 2026.
Ratih menekankan pentingnya metode active listening atau mendengarkan secara penuh tanpa distraksi. Saat seseorang sedang berbagi cerita mengenai masalahnya, lawan bicara sebaiknya tidak sibuk dengan telepon genggam mereka. Validasi emosi juga menjadi bagian krusial agar orang yang sedang tertekan merasa diterima dan tidak sendirian.
Baca Juga
Tanda Tekanan Emosional yang Perlu Diwaspadai
Tekanan emosional dapat dipicu oleh banyak faktor, mulai dari beban akademik, persoalan pekerjaan, dinamika relasi sosial, kehilangan, fenomena burn out, hingga kecemasan berlebihan.
Tanda-tanda psikologis yang muncul biasanya meliputi kesulitan untuk fokus, menangis, menarik diri dari lingkungan, gelisah, hingga kebiasaan berbicara negatif tentang diri sendiri.
Ratih mengingatkan bahwa PFA bukanlah sebuah terapi, konseling mendalam, ataupun diagnosis psikologis. Oleh karena itu, langkah pertolongan pertama ini sebenarnya dapat dilakukan oleh siapa saja dan tidak terbatas hanya oleh psikolog profesional.
Penyediaan Layanan Konseling Terjadwal
Akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Andriyani Astuti, turut menekankan pentingnya penanganan dini terhadap gangguan psikologis agar kondisinya tidak semakin berat. Menurut Wakil Dekan Fakultas Peternakan UGM tersebut, stres dalam skala kecil sekalipun tetap harus dicarikan jalan keluar.
Baca Juga
- Polisi Periksa Rekaman CCTV, Buru Pelaku Pembuang Bayi di Toilet KA Sancaka
- Menko PMK Gandeng Sultan HB X Luncurkan Gerakan RANA, Amankan Anak di Ruang Digital
"Kita tidak hanya perlu sehat secara fisik, tetapi juga sehat mental dan psikis," ujar Andriyani. Pihaknya kini terus berupaya memperluas dukungan kesehatan mental bagi seluruh sivitas akademika di lingkungan kampus.
Fakultas Peternakan UGM bahkan telah menyediakan layanan konselor tetap yang dapat diakses setiap hari Senin.
Layanan ini hadir untuk melengkapi fasilitas penanganan kesehatan fisik yang selama ini sudah berjalan melalui Gadjah Mada Medical Center (GMC). Melalui fasilitas ini, kampus berharap sivitas akademika mampu membangun relasi sosial yang sehat serta saling mendukung di lingkungan belajar.