Cuaca Terik Melanda DIY, Dinas Kesehatan Ingatkan Lonjakan Risiko Penularan ISPA
Ilustrasi cuaca terik wilayah Yogyakarta.Foto: JamesDay@Unsplash
jogja.fin.co.id - Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meminta masyarakat mewaspadai lonjakan risiko infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Imbauan ini menyusul fenomena cuaca panas terik yang melanda wilayah DIY dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Dinas Kesehatan DIY, Gregorius Anung Trihadi, menjelaskan kombinasi suhu panas dan polusi udara mempercepat penyebaran penyakit. Kondisi ini memicu penularan patogen melalui udara (airborne) maupun percikan ludah (droplet).
"Yang menjadi perhatian kita adalah cuaca yang sangat terik ini ya," kata Anung.
Ia menambahkan dalam kondisi lingkungan yang sangat terik, potensi penyebaran infeksi saluran pernapasan atas tergolong cukup tinggi.
Baca Juga
Anung menegaskan, tingkat kerentanan masyarakat sangat bergantung pada daya tahan tubuh masing-masing individu. Imunitas yang lemah membuat seseorang mudah tumbang saat menghadapi paparan polusi dan suhu panas yang tinggi di luar ruangan. Oleh karena itu, menjaga kebugaran tubuh menjadi perlindungan utama.
Tips Menghindari Dehidrasi bagi Pekerja Lapangan
Dinkes DIY juga menyoroti pentingnya pemenuhan cairan tubuh untuk mencegah dehidrasi. Imbauan ini terutama berlaku bagi warga yang menghabiskan banyak waktu beraktivitas di bawah terik matahari.
Bagi para pekerja lapangan, Anung menyarankan penggunaan alat pelindung tambahan seperti topi. Pelindung ini berfungsi meminimalkan paparan langsung radiasi matahari yang memicu penguapan cairan tubuh melalui keringat.
"Bukan berarti tidak boleh bekerja di sinar matahari langsung ya, tapi kemudian pakai pelindung," ujar Anung.
Dia juga mengingatkan para pekerja untuk segera menambah konsumsi air putih jika volume penguapan tubuh mulai meningkat.
Baca Juga
- Dukung Aksi Bersih Rektorat dan Birokrasi, Tokoh Kulon Progo Dorong Agenda Antikorupsi Prabowo
- Masa Libur Sekolah Berakhir, 53 Ribu Penumpang Padati Stasiun Daop 6 Yogyakarta
Normalnya, kebutuhan air putih untuk orang dewasa berkisar antara 1,5 hingga 2 liter per hari. Namun, takaran tersebut wajib ditambah saat cuaca ekstrem atau ketika seseorang melakukan aktivitas fisik berat.
Masyarakat bisa mengukur tingkat hidrasi tubuh secara mandiri lewat metode sederhana, yaitu melihat warna urine. Jika urine berwarna pekat atau keruh, hal itu menjadi indikator awal bahwa tubuh sedang kekurangan cairan.
Meski suhu terasa sangat menyengat pada siang hari, Dinkes memastikan kondisi di DIY belum masuk kategori ekstrem seperti di beberapa negara luar yang menyentuh angka 40 derajat Celsius. Hujan yang sesekali masih mengguyur wilayah DIY membantu menekan lonjakan suhu udara agar tidak melewati batas wajar.