Merasa Dikeroyok Tanpa Aturan Pemkot Jogja Batasi Pesepeda JLFR Masuk Malioboro
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo,terkait rute kegiatan Jogja Last Friday Ride (JLFR).Foto:Dok.DiswayJogja.
jogja.fin.co.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mengambil langkah tegas dengan membatasi rute kegiatan Jogja Last Friday Ride (JLFR) yang melintasi kawasan Malioboro. Aktivitas bersepeda massal setiap Jumat malam di pekan keempat tersebut dinilai memicu hambatan lalu lintas yang cukup serius di pusat kota.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, mengatakan, keputusan ini diambil karena volume pesepeda yang masuk pada momen tersebut melonjak drastis tanpa adanya pemberitahuan resmi. Akibatnya, petugas di lapangan harus melakukan rekayasa lalu lintas secara mendadak.
"Di malam (Jumat) itu sepeda yang masuk di Kota Jogja tidak terduga, tidak terencana, tidak terprogram masuk dari segala penjuru full ke Kota Jogja sehingga sangat mengganggu lalu lintas," ujar Hasto kepada wartawan, Kamis (9/7/2026).
Hasto menambahkan, kondisi penumpukan kendaraan menjadi sangat sulit dikendalikan ketika ratusan pesepeda memadati ruang jalan pada waktu yang bersamaan tanpa adanya manajemen rute yang jelas.
Baca Juga
"Kalau kita dikeroyok sepeda tanpa aturan, tidak ada koordinasi, kan sulit sekali. Maka akhirnya kita menutup jalur-jalur tertentu pada saat itu juga, gitu," tegas Hasto.
Meski menerapkan pembatasan rute, Hasto menggarisbawahi bahwa Pemkot Jogja tidak melarang aktivitas bersepeda di wilayahnya. Pemerintah hanya menuntut adanya tata tertib dan penanggung jawab aksi yang jelas agar kegiatan rekreasi tersebut tidak mengorbankan kepentingan pengguna jalan lain.
Dia berharap, meski komunitas sepeda tersebut tidak diwadahi dalam organisasi dan tanpa ketua, namun setidaknya leader bisa mengarahkan anggotanya.
"Saya yakin sebetulnya ada leader-nya yang bisa mengarahkan lah," lanjutnya.
Pihak Pemkot Jogja juga meminta dengan sangat agar peserta JLFR ke depan menghindari kawasan core zone (zona inti) dan buffer zone (zona penyangga) Kota Jogja yang menjadi titik terpadat aktivitas publik serta ekonomi masyarakat.
"Harapan saya itu, dan saya sampaikan kepada komunitas sepeda yang kalau enggak salah hari Jumat, Minggu keempat ya, Minggu terakhir, kami berharap untuk bersepedanya terkoordinasi dengan baik dan tidak menyerbu di ruang-ruang publik yang padat seperti di core zone dan buffer zone untuk di Kota Jogja," pungkas Hasto.