News . 12/07/2026, 20:04 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Komitmen Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam memperkuat pemberantasan korupsi mendapat respons positif dari daerah. Dukungan mengalir dari salah satu tokoh masyarakat sekaligus akademisi asal Kabupaten Kulon Progo, Sapardiyono.
Ia menilai, aksi bersih-bersih dari praktik rasuah menjadi fondasi penting untuk melahirkan tata kelola pemerintahan yang transparan. Sikap tegas pemerintah pusat ini juga diyakini berorientasi penuh pada pemenuhan hak masyarakat luas.
"Upaya pemberantasan korupsi merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Oleh karena itu, setiap tindakan yang ditempuh pemerintah sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku layak didukung oleh seluruh komponen masyarakat," ujar Sapardiyono di Kulon Progo, Minggu 12 Juli 2026.
Pria yang aktif sebagai Dosen Universitas Muhammadiyah Purworejo sekaligus Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY ini memberikan catatan khusus.
Ia menyebut aparat penegak hukum wajib menjaga profesionalitas, bersikap objektif, serta bersandar pada alat bukti yang sah. Hal tersebut menjadi kunci utama untuk menjaga tingkat kepercayaan publik terhadap hukum di Indonesia
Menurut Sapardiyono, agenda pemberantasan korupsi tidak bisa dibebankan kepada pemerintah atau aparat penegak hukum saja. Perlu ada kontribusi nyata dari publik melalui pembentukan karakter moral di lingkungan terkecil.
"Masyarakat harus berpartisipasi aktif. Caranya melalui pembangunan budaya antikorupsi sejak dini di lingkungan keluarga, lembaga pendidikan, hingga interaksi sosial sehari-hari," lanjutnya.
Penegakan hukum yang bersih otomatis memberikan dampak linier bagi kemajuan pembangunan nasional. Ketika tata kelola birokrasi berjalan sehat, daerah akan lebih mudah menarik minat investasi, meningkatkan mutu layanan publik, serta mendongkrak kesejahteraan warga secara merata.
"Dukungan terhadap komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam penguatan pemberantasan korupsi merupakan bentuk harapan agar seluruh proses penegakan hukum berjalan secara konsisten, profesional, adil, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Sapardiyono.
Mengakhiri keterangannya, ia mengajak publik agar tetap menjaga persatuan dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan di tanah air. Warga juga diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh peredaran informasi liar di ruang digital. Sinergi antara otoritas negara, institusi pendidikan, tokoh masyarakat, dan organisasi keagamaan menjadi modal utama membawa Indonesia maju dan berintegritas.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media