News . 15/07/2026, 20:27 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X secara resmi membuka pameran kerajinan tangan terbesar se-Asia Tenggara, International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2026 di Yogyakarta, Rabu, 15 Juli 2026. Jalur pameran internasional ini diharapkan memperkuat akses produk lokal menembus pasar global.
Menurut Sri Sultan, ajang yang berlangsung pada 15 hingga 19 Juli 2026 ini memegang peran penting bagi para pelaku usaha kecil menengah (UKM). Kegiatan ini menjadi wadah memperluas jaringan bisnis internasional secara berkelanjutan.
“Inacraft Festival 2026 jadi jembatan strategis membawa kerajinan Indonesia, khususnya Yogyakarta menembus pasar global,” ujar Sri Sultan saat memberikan sambutan pembukaan.
Sri Sultan menambahkan pameran ini juga membuka peluang kemitraan dagang jangka panjang bagi perajin lokal.
Pameran Inacraft tahun ini mengusung tema Hamemayu Hayuning Bawana: Kerajinan Budaya untuk Harmoni Dunia. Menurutnya, tema tersebut memuat pesan mendalam tentang kewajiban manusia untuk memperindah dan memelihara keharmonisan bumi.
Filosofi ini dinilai sangat relevan dengan proses pembuatan produk kerajinan tangan. Pembuatan kriya membutuhkan ketelitian tinggi, kesabaran, serta penghargaan terhadap bahan baku maupun tradisi luhur yang diwariskan turun-temurun.
Dia memandang nilai-nilai lokal tersebut memiliki dampak yang lebih luas pada tatanan global. Prinsip keharmonisan ini dapat menjadi dasar hubungan baik antarbangsa melalui sektor perdagangan yang saling menghormati budaya masing-masing.
Kerajinan buatan tangan tidak hanya memiliki nilai ekonomi. Sultan menyebut karya seni ini menjadi bahasa universal yang efektif melintasi sekat negara serta perbedaan budaya.
Yogyakarta memiliki beragam produk unggulan yang memiliki ciri khas kuat. Sultan mencontohkan motif batik yang kaya, seni ukir, kerajinan gerabah, hingga kerajinan perak sebagai produk yang memiliki keunikan tersendiri.
Pemerintah daerah berkomitmen terus mendorong industri kreatif berbasis kearifan lokal. Sektor ini sejalan dengan kebijakan makro pemerintah dalam memperkuat ekonomi kreatif nasional.
Sultan berpesan agar perajin Indonesia terus menjaga standar kualitas dan kreativitas produk mereka. Sebab, setiap barang seni yang dikirim ke luar negeri merupakan perwakilan identitas bangsa di kancah internasional.
Kepada para perwakilan dari berbagai negara yang hadir, Sultan menyampaikan apresiasi tinggi. Beliau berharap kehadiran pembeli internasional memberikan dampak ekonomi sekaligus pertukaran budaya yang konkret.
Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) selaku penyelenggara merancang Inacraft sebagai ruang pertemuan terpadu. Tempat ini mempertemukan perajin, desainer, pembeli, pemerintah, akademisi, hingga komunitas kreatif.
Ketua Umum Asephi, Muchsin Ridjan menyatakan bahwa penyelenggaraan tahun ini dibuat lebih terbuka bagi seluruh pelaku industri kreatif. Pihaknya berkomitmen memberikan ruang pameran yang lebih luas untuk meningkatkan daya saing produk kriya di pasar internasional.
“Tahun ini kami menghadirkan penyelenggaraan yang lebih kolaboratif, lebih inklusif,” kata Muchsin.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media