Top! Bantul Sambut Komunitas Sepeda saat Kota Jogja Terapkan Pembatasan
Alt Text Foto: Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta saat bertemu perwakilan komunitas sepeda Kemis Legi di ruang kerja.Foto:IG
jogja.fin.co.id - Pemerintah Kabupaten Bantul menunjukkan komitmen terbuka terhadap aktivitas komunitas pesepeda. Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, menerima langsung kunjungan dari komunitas Ngontel Bantul Kemis Legi di kantornya baru-baru ini.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Bantul menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan bersepeda massal yang akan berlangsung pada Kamis, 23 Juli 2026. Pemerintah daerah menilai kegiatan ini membawa dampak positif bagi kesehatan masyarakat.
"Kami bersama teman-teman klub sepeda Kamis Legi, yang besok pada tanggal 23, hari Kamis Legi, kita akan melaksanakan sepeda-sepeda gembira, Kamis Legi," ujar Aris Suharyanta saat memberikan keterangan.
Aris juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meramaikan agenda gowes bersama tersebut. Menurutnya, kegiatan olahraga mandiri ini efektif untuk menjaga kebugaran tubuh secara kolektif.
Baca Juga
"Tujuan kita untuk menyehatkan badan dan kegiatan yang positif. Kepada seluruh masyarakat, ayo ikuti kegiatan ini. Mas gotel menangis lagi
Ayo ikut ngontel di Kamis Legi," lanjutnya sambal berpantun.
Kontras dengan Kebijakan Kota Jogja
Sikap responsif Pemkab Bantul ini menghadirkan pemandangan kontras dengan kebijakan di wilayah tetangga. Pemerintah Kota Yogyakarta belakangan justru memperketat ruang gerak bagi pesepeda massal, khususnya peserta Jogja Last Friday Ride (JLFR).
JLFR merupakan gerakan bersepeda mandiri yang rutin mengumpulkan ribuan pesepeda setiap Jumat malam di pekan keempat. Jumlah peserta yang membeludak, berkisar antara 1.000 hingga lebih dari 5.000 orang, kerap memicu kepadatan arus lalu lintas di pusat kota.
Kondisi tersebut membuat Pemkot Yogyakarta menerapkan pembatasan ketat. Pihak kepolisian dan dinas perhubungan setempat sering melakukan pengalihan rute secara situasional untuk mencegah kemacetan parah di kawasan utama, termasuk Jalan Malioboro.
Baca Juga
- Monyet Liar Berkeliaran di Jalan Solo KM 11 Kalasan, Sempat Turun ke Jalan Raya
- Sri Sultan Sentil Digitalisasi Pemda Jangan Cuma Hobi Bikin Banyak Aplikasi
Meskipun JLFR tetap memulai titik kumpul dari Stadion Kridosono setiap pukul 19.00 WIB, ruang gerak mereka di jalan protokol kini tidak sebebas dulu. Sebaliknya, Pemkab Bantul justru memilih mengintegrasikan agenda komunitas dengan program pemerintah daerah demi menggerakkan massa.