Senin, 20 Juli 2026
--°C --
-- · --
News

TNI Gelar TMMD Sengkuyung 2026, Genjot Infrastruktur Desa di Sleman dan Bantul

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
16/07/2026, 17:11 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
TNI Gelar TMMD Sengkuyung 2026, Genjot Infrastruktur Desa di Sleman dan Bantul

Personel TNI bersama warga bergotong royong membangun jalan corblok dalam program TMMD Sengkuyung 2026.

jogja.fin.co.id - Pemerintah daerah di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mempercepat pembangunan wilayah pinggiran melalui sektor infrastruktur. Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul secara serentak memulai program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 pada Rabu 15 Juli 2026.

Di Sleman, Bupati Harda Kiswaya memimpin langsung upacara pembukaan di Lapangan Gamelan, Kalurahan Sendangtirto, Kapanewon Berbah. Sementara di Bantul, Wakil Bupati Aris Suharyanta membuka kegiatan di Lapangan Sepak Bola Ngenep, Kalurahan Terong, Kapanewon Dlingo.

Program lintas sektoral ini akan berlangsung selama 30 hari hingga 13 Agustus 2026. Fokus utama kegiatan tertuju pada intervensi fisik berupa jaringan jalan desa, renovasi rumah warga, dan program pemberdayaan non-fisik.

Bupati Sleman Harda Kiswaya menegaskan kolaborasi ini mempercepat akselerasi pembangunan kalurahan. Kegiatan padat karya ini mengintegrasikan dana dari APBD DIY, APBD Kabupaten Sleman, serta swadaya murni masyarakat.

Pemerintah menerjunkan penuh 1 Satuan Setingkat Peleton (SST) personel TNI untuk bergotong royong bersama 20 warga setiap harinya. Pembangunan menyasar infrastruktur di Dusun Sribit, Gamelan, Karangsari, dan Jetak.

Total volume pengerjaan mencakup corblok jalan lebih dari 650 meter, talud penguat, konstruksi gorong-gorong, serta rehabilitasi dua unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Harda meminta warga merawat fasilitas baru tersebut setelah proyek selesai.

"Kami ingin menghadirkan kemandirian desa melalui ketahanan pangan, aksesibilitas baik, dan lingkungan sehat," kata Harda.

Bergeser ke Kabupaten Bantul, Kodim 0729/Bantul memusatkan kegiatan di Padukuhan Rejosari, Kalurahan Terong, Kapanewon Dlingo. Medan berbukit di Dlingo memerlukan pembukaan jalur transportasi baru untuk mendongkrak ekonomi warga.

Komandan Kodim 0729/Bantul, Letkol Kav Fikri Nurheldi, merinci target fisik utama berupa pembukaan jalan baru sepanjang 500 meter dengan lebar 4 meter. Personel juga akan menggarap corblok sepanjang 650 meter pada kedua sisi jalan serta talud penguat sepanjang 130 meter.

Baca Juga

Sama seperti di Sleman, jajaran TNI di Bantul merehabilitasi satu unit rumah warga yang tidak layak huni.

Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta mengapresiasi komitmen jajaran Kodim 0729/Bantul. Menurutnya, keterlibatan warga secara langsung memberikan dampak ekonomi yang nyata.

Aris mengingatkan esensi gotong royong dalam program ini harus menjadi energi pembangunan daerah. "Perpaduan antara infrastruktur mantap dan pemberdayaan ekonomi akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan secara inklusif," ujar Aris.

Selain infrastruktur fisik, TMMD di kedua kabupaten ini juga menggelar program non-fisik. Staf pelatih dan instruktur menyiapkan penyuluhan wawasan kebangsaan, kamtibmas, hingga pencegahan stunting secara terpadu melalui kader posyandu setempat.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja