Edukasi . 20/07/2026, 15:57 WIB

Cuma Jadi Penonton Perang Chip AS-Tiongkok, Indonesia Diingatkan Tak Hanya Jadi Konsumen AI

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

jogja.fin.co.id - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) makin menentukan arah peta geopolitik dan kekuatan ekonomi dunia. Indonesia dinilai masih berada di posisi pengguna dan belum menjadi pemain utama.

Pakar Ekonomi Politik Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Arie Kusuma Paksi menyoroti ketimpangan peran tersebut. Menurutnya, perebutan pengaruh global kini bergeser dari sumber daya alam ke penguasaan infrastruktur digital dan chip semikonduktor.

“AI adalah teknologi dua wajah. Negara yang mampu menguasai AI akan memperoleh keunggulan ekonomi sekaligus keunggulan strategis di bidang militer dan intelijen,” ujar Arie di Yogyakarta, Senin 20 Juli 2026.

Pihaknya menilai pembatasan ekspor chip canggih oleh AS terhadap Tiongkok membuktikan pentingnya penguasaan teknologi tersebut. Perebutan fasilitas produksi chip, pusat data, hingga kabel laut kini berkait langsung dengan isu keamanan nasional.

Di tengah persaingan global tersebut, posisi Indonesia masih belum terlepas dari ketergantungan luar negeri.

“Indonesia saat ini masih lebih banyak berperan sebagai pengguna sekaligus pasar AI dibandingkan sebagai pengembang teknologi,” jelas Dosen Program Studi Hubungan Internasional UMY tersebut.

Target PDB Butuh Bukti Nyata

Pemerintah sendiri telah menetapkan peta jalan pemanfaatan AI untuk mendukung program prioritas periode 2026–2029. Target kontribusi AI terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dipatok mencapai 12 persen atau setara 366 miliar USD pada 2030.

Namun, Arie mengingatkan bahwa angka tersebut baru berada di atas kertas jika tidak diimbangi penguatan kapasitas riset dan industri dalam negeri.

“Itu masih target dalam dokumen perencanaan. Keberhasilannya harus diukur berdasarkan implementasi dan data yang benar-benar tercapai, bukan hanya berdasarkan target yang ditetapkan,” tegasnya.

Baca Juga

Untuk keluar dari status konsumen semata, Indonesia perlu memperkuat regulasi tata kelola data, menambah insentif riset, serta melipatgandakan jumlah talenta digital.

Arie menyarankan pemerintah fokus menerapkan solusi AI pada sektor kebutuhan lokal seperti pertanian, kesehatan, serta mitigasi bencana. Pengembangan infrastruktur pendukung juga harus dikejar melalui percepatan investasi pusat data dan pasokan energi bersih.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com