Edukasi . 02/09/2026, 14:16 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id – Maraknya aksi kekerasan pelajar belakangan ini menjadi perhatian serius yang harus ditangani dari hulu. Pihak sekolah tidak bisa dibiarkan bekerja sendiri, melainkan butuh keterlibatan aktif orang tua dan masyarakat.
Bupati Sleman Harda Kiswaya mengatakan keberhasilan penanganan isu kekerasan di dunia pendidikan sangat bergantung pada kekompakan seluruh elemen pendukung di luar sekolah.
Menurutnya, Anak tidak cukup hanya menjadi generasi cerdas secara akademik, melainkan harus berintegritas.
"Tetapi juga harus tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, bertanggung jawab, mampu menghargai perbedaan, serta memiliki kepedulian terhadap sesama," ujar Harda dalam kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter dan Pencegahan Tindak Kekerasan Jenjang SMP di Mal Pelayanan Publik (MPP) Sleman, Selasa 1 September 2026.
Harda meminta para kepala sekolah dan tenaga pendidik tampil sebagai teladan moral bagi para siswa. Penanaman nilai karakter tidak boleh berhenti sebatas teori di dalam kelas, melainkan diwujudkan melalui interaksi sehari-hari.
Sikap empati serta saling menghormati antarsekolah dinilai efektif meredam potensi konflik fisik maupun perundungan verbal sesama pelajar.
Selain itu, sekolah diwajibkan membuka ruang komunikasi yang aman. Guru diharapkan bisa menjadi tempat mengadu yang ramah, sehingga siswa tidak takut melaporkan masalah yang mereka alami.
"Ketika seluruh warga sekolah memiliki empati serta saling menghormati, maka sekolah akan menjadi lingkungan yang jauh lebih aman dari tindakan kekerasan," lanjutnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Mustadi menyampaikan, instansinya terus mendampingi sekolah dalam mengasah kesehatan mental serta sikap mental para siswa jenjang SMP.
Pendampingan tersebut diprioritaskan pada penguatan toleransi dan pembentukan akhlak anak di lingkungan belajar.
"Bagaimana di dunia pendidikan Kabupaten Sleman, kita mempersiapkan dan mendampingi anak-anak kita di sekolah supaya dapat terwujud karakter yang baik dan memiliki toleransi yang tinggi," ungkap Mustadi.
Pemerintah Kabupaten Sleman berharap seluruh satuan pendidikan di wilayahnya konsisten menerapkan konsep sekolah ramah anak dan inklusif secara berkelanjutan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media