Edukasi . 01/09/2026, 15:59 WIB

Keterbatasan Bukan Penghalang, Mahasiswi Tuli UNU Jogja Sabet Juara Futsal Nasional

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

jogja.fin.co.id - Mutiara Azzahra Tzabitah Zain Ababil membuktikan keterbatasan pendengaran bukan alasan untuk berhenti berprestasi. Mahasiswi Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU Jogja) ini berhasil meraih Juara Harapan I dalam Turnamen Futsal Tuli Antar Klub Se-Pulau Jawa, Bali, dan NTB Tahun 2026.

Kompetisi tersebut berlangsung di GOR Futsal Universitas Diponegoro, Semarang, pada 25–26 Juli 2026 lalu. Ajang yang digelar Asosiasi Futsal Tuli (AFT) Jawa Tengah ini diikuti 32 tim putra dan lima tim putri.

Mutiara tampil memperkuat Jogja Tuli Women Futsal Club. Penampilannya di lapangan turut mengantarkan tim asal Yogyakarta tersebut menembus posisi empat besar.

Ketua Program Studi Teknologi Hasil Pertanian UNU Jogja, Subekti Hartiningsih, memberikan apresiasi tinggi atas capaian mahasiswi angkatan 2025 tersebut. Menurutnya, pihak kampus berkomitmen memberikan dukungan penuh bagi seluruh mahasiswa.

"Prestasi Mutiara menjadi kebanggaan bagi Program Studi Teknologi Hasil Pertanian. Kami percaya setiap mahasiswa memiliki potensi yang luar biasa, termasuk mahasiswa penyandang disabilitas," kata Subekti mengutip laman UNU Yogyakarta, Selasa 1 September 2026.

Subekti menegaskan pentingnya ketersediaan ruang belajar yang ramah bagi semua kalangan. Kampus terus berupaya menciptakan ekosistem pembelajaran yang inklusif.

"Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus berkarya, berkompetisi, dan mengharumkan nama UNU Jogja di tingkat regional, nasional, maupun internasional," ujarnya.

Tekun di Akademik dan Lapangan

Sisi lain Mutiara diungkapkan oleh dosen pendampingnya, Andra Tersiana. Selain aktif berolahraga, Mutiara dikenal memiliki kedisiplinan tinggi di ruang kuliah.

"Selama menempuh perkuliahan, Mutiara konsisten menunjukkan dedikasi akademik yang sangat baik. Ia tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga dikenal sebagai mahasiswa yang sopan, aktif di kelas, dan memiliki semangat belajar yang tinggi," tutur Andra.

Andra menyebut Mutiara sering meminta materi tambahan setelah jam kuliah usai. Inisiatif tersebut memperlihatkan rasa ingin tahu yang kuat dalam menyerap ilmu.

"Setiap selesai perkuliahan, Mutiara hampir selalu meminta materi untuk dipelajari kembali secara mandiri. Ia juga aktif bertanya mengenai berbagai hal yang ingin diperdalam," pungkasnya.

Capaian Mutiara di Semarang menjadi bukti nyata bahwa iklim pendidikan inklusif mampu mendorong mahasiswa disabilitas berkembang sesuai minat dan bakatnya.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com