News . 28/07/2026, 13:09 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) menggeber optimalisasi Yogyakarta International Airport (YIA). Bandara bertaraf internasional di Kulon Progo ini baru dimanfaatkan sekitar 25 persen dari total kapasitas 20 juta penumpang per tahun.
General Manager YIA Muhammad Thamrin mengungkapkan fasilitas fisik bandara sebenarnya sudah sangat siap. YIA memiliki landasan pacu sepanjang 3.250 meter yang sanggup melayani pesawat berbadan lebar seperti Airbus A380 dan Boeing 777ER, terminal seluas 219 ribu meter persegi, serta fasilitas kargo.
Namun, hingga 2025 jumlah penumpang baru menyentuh angka 4 juta orang. Kondisi ini terjadi akibat operasional awal bandara yang bertepatan dengan masa pandemi Covid-19.
"Tantangan kita hari ini bukan lagi membangun bandara, melainkan mengoptimalkan kapasitas yang sudah tersedia," ujar Thamrin dalam Rapat Koordinasi Strategis Kepariwisataan di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin 27 Juli 2026.
"Kuncinya adalah memperkuat konektivitas penerbangan, membangun permintaan pasar, dan mengintegrasikan seluruh ekosistem pariwisata agar YIA benar-benar menjadi gerbang utama wisatawan mancanegara ke Yogyakarta dan kawasan JOGLOSEMAR," sambungnya.
Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan, percepatan pengembangan YIA memerlukan pembagian peran yang jelas antarinstansi.
Sekda DIY memberi tenggat waktu penyelesaian skema aksi dalam satu pekan sebagai dasar penyusunan roadmap 100 hari.
Implementasi program ditargetkan berjalan mulai 15 Oktober 2026. Pemda DIY berfokus membuka dan memperluas pasar penerbangan internasional dari tiga negara potensial, yaitu Australia, China, dan India.
"Kalau ingin akselerasi, harus jelas siapa berbuat apa. Semua kontribusi harus dituangkan secara tertulis sehingga setiap pihak memiliki tanggung jawab yang jelas," kata Ni Made Dwipanti.
Lanjutnya, Roadmap harus segera difinalisasi dan progresnya terus dikawal karena dampaknya bukan hanya bagi bandara, tetapi juga terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Ni Made mencontohkan keberhasilan DIY menyiapkan Embarkasi Haji berbasis hotel pertama di Indonesia. Pembagian peran yang tegas antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci sukses program tersebut.
"Kita belajar ketika menyiapkan embarkasi haji berbasis hotel pertama di Indonesia. Kita memiliki strategi, menjalankannya bersama, dan berhasil karena ada komitmen dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah," tambah Ni Made.
Saat ini YIA melayani 13 maskapai dengan 17 rute domestik dan tiga rute internasional. Strategi JOGLOSEMAR Integrated Tourism Corridor disiapkan untuk mengintegrasikan penerbangan, destinasi wisata, transportasi, dan ekonomi kreatif.
Penerapan strategi terpadu ini diproyeksikan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara hingga 75 persen dalam lima tahun.
Lama tinggal wisatawan diperkirakan melonjak dari 2–3 hari menjadi 5–7 hari, dengan rata-rata pengeluaran mencapai 2.800 US Dollar per kunjungan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media