Rabu, 29 Juli 2026
--°C --
-- · --
News

KSAU Beberkan Deretan Alutsista Baru TNI AU, Mulai Jet Rafale Hingga Sistem Rudal

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
29/07/2026, 15:16 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
KSAU Beberkan Deretan Alutsista Baru TNI AU, Mulai Jet Rafale Hingga Sistem Rudal

KSAU Marsekal Madya TNI Mohamad Tonny Harjono memberikan keterangan pers terkait alutsista baru TNI AU di AAU Sleman.Foto:IST

jogja.fin.co.id – TNI Angkatan Udara (AU) terus mendatangkan deretan alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru. Pengadaan armada udara hingga perangkat pengawas jaringan udara dilakukan menyeluruh untuk memperkuat sistem pertahanan wilayah nasional.

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Madya TNI Mohamad Tonny Harjono merinci sejumlah armada yang sudah tiba di Indonesia. Skuadron pertahanan kini diperkuat enam pesawat tempur Rafale, enam pesawat Falcon, serta dua pesawat angkut A400M.

"Pengadaan mencakup pesawat tempur, pesawat angkut, pelbagai jenis helikopter, hingga radar dan sistem rudal udara maupun darat," kata Tonny usai memimpin Upacara Hari Bakti TNI AU ke-79 di Akademi Angkatan Udara (AAU), Sleman, Rabu, 29 Juli 2026.

Tonny mengapresiasi dukungan penuh pemerintah pusat terhadap peremajaan armada udara ini. Modernisasi alutsista dinilai menjadi dorongan besar bagi kesiapan operasi prajurit di lapangan.

Penyiapan Radar dan Penutupan Area Buta

Selain mendatangkan pesawat, TNI AU menyiapkan dua stasiun radar baru yang ditempatkan di Takalar, Sulawesi Selatan, dan Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Pemasangan radar diproyeksikan menutup area yang belum terjangkau pantauan (blind spot).

"Kami berharap dua radar ini segera beroperasi penuh agar tidak ada lagi daerah yang luput dari jangkauan sistem," ujarnya.

Sambil menunggu operasional radar anyar, pengawasan ruang udara Indonesia tetap berjalan optimal. TNI AU mengintegrasikan sistem pemantauan bersama Kementerian Perhubungan, AirNav Indonesia, dan Angkasa Pura.

"Semua radar milik instansi mitra kita hubungkan dalam satu layar besar. Tidak ada wilayah Indonesia yang lepas dari pemantauan," tegas Tonny.

Pengintegrasian data lintas lembaga membuat koordinasi pemantauan navigasi penerbangan berjalan beriringan dengan pertahanan udara. Targetnya, TNI AU mampu mandiri mengawasi seluruh wilayah kedaulatan udara Indonesia secara utuh.

Baca Juga

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja