Jumat, 31 Juli 2026
--°C --
-- · --
Eksplore Jogja

Warga Wareng Gunungkidul Olah Kelor Jahe Jadi Minuman Herbal, Siap Tembus Pasar Nasional

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
30/07/2026, 13:16 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Warga Wareng Gunungkidul Olah Kelor Jahe Jadi Minuman Herbal, Siap Tembus Pasar Nasional

Kelompok PKK Padukuhan Wareng III Gunungkidul saat mengikuti pendampingan produksi Jahe Kelor Instan bersama dosen UWM Yogyakarta.Foto:Dok.UWM

jogja.fin.co.id - Tanaman kelor dan jahe yang tumbuh subur di pekarangan rumah warga Padukuhan Wareng III, Kalurahan Wareng, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul kini punya nilai jual lebih tinggi. Kelompok PKK di desa ini berhasil mengolah kedua bahan alami tersebut menjadi minuman kesehatan Jahe Kelor Instan.

Produk olahan ini mulanya hanya beredar terbatas di lingkup padukuhan. Namun, kualitas serta daya saing produk lokal itu kini terus dipacu agar sanggup merambah pasar yang lebih luas hingga ke tingkat nasional.

Peningkatan mutu dilakukan melalui pendampingan intensif dari Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta.

Program hilirisasi ini terlaksana berkat dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Rangkaian pembinaan telah berjalan bertahap. Tim PkM UWM mengawali program lewat pendampingan desain label serta branding pada 26 Mei 2026.

Pelatihan dilanjutkan dengan materi pelabelan dan strategi pemasaran pada 9 Juni 2026.

Puncaknya, sosialisasi serta edukasi produksi digelar di Balai Padukuhan Wareng III pada 26 Juli 2026. Sebanyak 21 anggota aktif PKK hadir mempelajari standar pembuatan minuman herbal yang aman dan higienis.

Dukuh Wareng III, Susiyanti, menyambut positif hadirnya tim akademisi di wilayahnya. Ia menilai pengetahuan praktis tersebut sangat dibutuhkan untuk mengangkat kelas produk rumahan warga.

"Materi yang diberikan sangat praktis dan dibutuhkan oleh ibu-ibu PKK," kata Susiyanti.

Ia menambahkan, pembinaan difokuskan pada aspek kebersihan dan keaslian mutu produk.

Baca Juga

"Khususnya dalam menjaga kualitas, kebersihan, dan keamanan produk Jahe Kelor Instan agar bisa lebih layak jual dan diterima pasar," ujarnya

Tim pengabdi UWM menerjunkan tiga dosen lintas keahlian yang dipimpin oleh Intan Permatasari, S.T., M.Sc. Dua anggota tim lainnya yakni Asepto Edi Saputro, S.TP., M.Sc. dan Siti Lestariningsih, S.T., M.Sc.

Dalam sesi sosialisasi, Asepto Edi Saputro memberikan paparan mengenai formulasi gizi serta Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Takaran daun kelor disusun secara akurat agar nilai gizinya meningkat tanpa merusak cita rasa khas jahe.

Sementara itu, Siti Lestariningsih menekankan pentingnya kerapian jalur pembuatan produk. Ia membimbing warga menyusun standar operasional prosedur (SOP), menata area kerja yang efisien, serta menjalankan pengendalian mutu secara konsisten.

Sisi keselamatan kerja turut menjadi perhatian. Intan Permatasari memberikan edukasi seputar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta higiene industri untuk mencegah kontaminasi bahan baku selama proses pengolahan.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja