Rabu, 09 September 2026
--°C --
-- · --
Eksplore Jogja

Sawah Semakin Menyusut, Petani Sleman Genjot Panen Pakai Metode PM AAS

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
09/09/2026, 22:49 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Sawah Semakin Menyusut, Petani Sleman Genjot Panen Pakai Metode PM AAS

Penanaman padi demplot metode PM AAS oleh Bupati Sleman bersama Kelompok Tani Dadi Rukun di Margodadi.Foto:dok.diskominfo

jogja.fin.co.id - Alih fungsi lahan terus menggerus area persawahan di Sleman. Namun, menyusutnya lahan tidak boleh membuat produksi pangan ikut menurun.

Petani pun mulai mengandalkan metode Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM AAS) untuk menggenjot populasi tanaman dan hasil panen dari lahan yang tersisa.

Penggunaan metode baru ini salah satu cara mengamankan hasil panen dari lahan pertanian yang semakin terbatas.

Bupati Sleman Harda Kiswaya mengatakan, metode PM AAS diterapkan sebagai solusi taktis menghadapi penyusutan luas lahan akibat alih pembangunan.

"Melalui pengaturan jarak tanam yang presisi, populasi tanaman dapat ditingkatkan hingga mencapai satu juta rumpun per hektar tanpa mengorbankan sirkulasi udara dan pencahayaan," ujar Harda saat menghadiri penanaman padi demplot metode PM AAS oleh Kelompok Tani Dadi Rukun di Padukuhan Kurahan 3, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Rabu 9 September 2026.

Peningkatan populasi tanaman tersebut didukung oleh asupan pupuk organik serta pengendalian hama secara ketat untuk menjaga kualitas hasil gabah. Kelompok Tani Dadi Rukun mengelola area demplot seluas dua hektar dari total 13 hektar lahan yang mereka miliki.

Petani mendapatkan fasilitasi sarana produksi secara menyeluruh, mulai dari benih varietas Impari 32, beragam jenis pupuk, hingga herbisida.

Upaya daerah ini mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat. Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Ladiyani Retno Widowati, mengapresiasi kecepatan respons Kabupaten Sleman dalam menyokong target nasional perluasan tanam metode PM AAS seluas satu juta hektar pada 2026.

Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan kesiapannya untuk melampaui target alokasi daerah guna mengantisipasi potensi penurunan luas tambah tanam secara nasional.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, turut menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan penghargaan bagi para pelaku sektor pertanian yang konsisten berinovasi.

"Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen untuk mengalokasikan anggaran khusus sebagai bentuk penghargaan dan stimulus bagi petani maupun penyuluh yang berhasil merancang serta menerapkan pola tanam baru penambah produktivitas," ujar Harda.

Area percontohan di Margodadi ini diharapkan berfungsi sebagai pusat pembelajaran bagi petugas penyuluh dan kelompok tani dari wilayah lain agar teknologi PM AAS dapat diterapkan secara masif di seluruh Sleman.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja