Keluarga Besar FIB UGM Berduka, Guru Besar Sejarah Prof Djoko Suryo Wafat
Prof Dr Djoko Suryo Guru Besar Emeritus Departemen Sejarah FIB UGM.Foto:IG
jogja.fin.co.id - Dunia pendidikan dan ilmu sejarah Indonesia kehilangan salah satu tokoh seniornya. Guru Besar Emeritus Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (FIB UGM), Prof. Dr. Djoko Suryo, meninggal dunia pada Senin 7 September 2026.
Kepastian kabar duka tersebut disampaikan langsung oleh pihak fakultas melalui pernyataan resminya.
"Segenap keluarga besar Fakultas Ilmu Budaya berduka cita atas wafatnya Prof. Djoko Suryo (KRT Suryohadibroto) Dosen Purna dan Guru Besar Prodi Ilmu Sejarah FIB UGM, pada hari Senin, 7 September 2026," tulis pihak FIB UGM dalam pengumuman resminya.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi rekan sejawat, alumni, dan para akademisi. Ucapan duka juga mengalir dari Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA).
Baca Juga
Melalui keterangan resminya, KAGAMA menyampaikan rasa kehilangan atas berpulangnya figur yang dinilai konsisten dalam pengembangan keilmuan sejarah di tanah air.
"Semasa hidupnya, almarhum mendedikasikan waktu, pikiran, dan tenaganya untuk memajukan historiografi Indonesia, melahirkan generasi sejarawan berbakat, serta menanamkan nilai-nilai keilmuan yang kritis dan berakar kuat pada budaya bangsa," tulis KAGAMA ID.
Kontribusi Bagi Historiografi Indonesia
Semasa aktif mengajar, sosok yang juga menyandang gelar KRT Suryohadibroto ini dikenal fokus pada studi sejarah sosial dan pedesaan. Pendekatan analisisnya banyak dirujuk oleh para peneliti sejarah di Indonesia.
Selain aktif mengajar di kampus, Prof. Djoko Suryo juga membimbing lahirnya para sejarawan muda. Karya-karya tulisnya menjadi referensi penting dalam memahami perkembangan masyarakat dari kacamata historiografi.
KAGAMA berharap warisan pemikiran dan rekam jejak akademik almarhum tetap menjadi teladan bagi dunia pendidikan.
Baca Juga
"Semoga seluruh amal ibadah, jasa keilmuan, dan kebaikan almarhum diterima dengan sebaik-baiknya di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran," tutup pernyataan KAGAMA.