Senin, 07 September 2026
--°C --
-- · --
Lifestyle

Pakar UGM Ingatkan Risiko 4 Tanaman Obat Ini Jika Dikonsumsi Terus - Menerus

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
07/09/2026, 16:30 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Pakar UGM Ingatkan Risiko 4 Tanaman Obat Ini Jika Dikonsumsi Terus - Menerus

Tinospora crispa (brotowali). Foto:Wikimedia Commons.

jogja.fin.co.id - Tanaman obat tradisional tidak selamanya aman dikonsumsi. Pengolahan dan pemanfaatan tanpa pengetahuan tepat justru bisa mendatangkan risiko kesehatan fatal.

Pakar Biologi Farmasi Fakultas Farmasi UGM, Dr. Djoko Santosa, M.Sc., menyebut ada beberapa jenis tanaman herbal populer yang perlu diwaspadai penggunaannya.

"Tidak semua yang disebut tanaman obat itu kemudian bagus dan aman untuk kita konsumsi. Ada tanaman-tanaman yang memang harus kita hati-hati dalam penggunaannya karena bisa berisiko bagi tubuh," ujar Djoko saat mengisi workshop di Padukuhan Karanggayam, Sleman, Sabtu 5 September 2026.

Dalam pemaparannya, Djoko menyoroti empat jenis tanaman yang sering digunakan masyarakat sebagai obat alami:

Daun Sirsak: Konsumsi secara terus-menerus dapat berdampak buruk pada sistem saraf serta fungsi ginjal.

Daun Rondo Noleh (Rondo Semoyo): Sering dikenal sebagai daun insulin, namun memiliki risiko merusak organ ginjal jika diminum sembarangan.

Daun Mindi (Mimbo): Turut dikategorikan sebagai bahan yang perlu dihindari karena efek sampingnya terhadap ginjal.

Brotowali: Perlu perhatian ekstra saat diolah menjadi jamu.

Terkait racikan jamu pahitan, Djoko mengimbau warga agar bisa membedakan penggunaan bahan dasar antara brotowali dan sambiloto.

"Kalau Ibu-ibu mau membeli jamu pahitan, tanya dulu ini yang direbus itu brotowali atau sambiloto. Kalau sambiloto boleh, tapi kalau brotowali saya nggak mau beli," tegasnya.

Aturan Pakai dan Tren Media Sosial

Penggunaan herbal pada dasarnya tetap membutuhkan takaran yang sesuai dengan kondisi tubuh. Racikan sederhana seperti kunyit asam aman dikonsumsi harian dalam porsi wajar, tetapi wajib dihentikan bila memicu reaksi alergi.

Masyarakat juga diminta tidak menelan mentah-mentah tren pengobatan alternatif yang viral di media sosial. Pengobatan mandiri berbasis narasi internet tanpa dasar medis dapat mengabaikan penanganan kesehatan yang sebenarnya.

Edukasi mengenai tanaman obat ini menjadi bagian dari rangkaian pengabdian masyarakat Fakultas Farmasi bersama Fakultas Biologi UGM. Lewat pendekatan ke tingkat dusun, akademisi berupaya meluruskan pemahaman warga terkait pemanfaatan bahan alam yang aman dan tepat.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja