Eksplore Jogja . 11/08/2026, 20:05 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman menyiapkan agenda seni dan budaya sepanjang Agustus hingga September 2026. Rangkaian acara mencakup Lomba Lukis DIY-Kyoto, Peringatan Hari Keistimewaan DIY, Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY), hingga Lomba Film Dokumenter Pelajar.
Salah satu program yang menarik perhatian adalah Gelar Lomba Film Dokumenter Pelajar tingkat SMA/SMK/MA se-Kabupaten Sleman. Mengusung tema "Kuliner sebagai Identitas Budaya Lokal", ajang ini memperebutkan total hadiah uang pembinaan jutaan rupiah.
Kepala Bidang Adat, Tradisi, Lembaga Budaya, dan Seni Dinas Kebudayaan Sleman, Dekhi Nugroho menegaskan pentingnya mengenalkan kekayaan seni dan kuliner lokal kepada generasi muda. Melalui kompetisi film dokumenter berdurasi 10–15 menit, para siswa diajak mengabadikan deretan kuliner khas daerah.
"Objek film mencakup 11 kuliner tradisional yaitu Jadah Tempe, Apem Wonolelo, Cethil Yogyakarta, Tempe Pondoh, Ayam Goreng Kalasan, Bebek Bacem Ngelengis, Roti Lapis Kaliabu, Wedang Njiwan, Opor Bebek Turi, Slondok Renteng, dan Jenang Upih," kata Dekhi dalam konferensi pers di Sleman, Selasa 11 Agustus 2026.
Dekhi menambahkan, pendaftaran perlombaan terbuka bagi tim yang beranggotakan 8 siswa dari sekolah yang sama. Pengumuman dan pemutaran karya pemenang dijadwalkan pada 22 Agustus 2026.
Selain festival film, Disbud Sleman menggelar Lomba Lukis DIY-Kyoto 2026 bertema "LINGKUNGAN: AKU, DIA DAN MEREKA" pada Minggu, 23 Agustus 2026 di Museum Gunungapi Merapi. Agenda tahunan yang didanai Dana Keistimewaan ini menjadi wadah diplomasi budaya antara Pemda DIY dan Prefektur Kyoto, Jepang.
Kompetisi terbuka gratis bagi siswa TK, SD, SMP, SMA/SMK, hingga peserta disabilitas berdomisili Sleman. Pendaftaran dilakukan langsung di Kantor Disbud Sleman membawa bukti KK, KIA, atau KTP.
Sebanyak 5 peserta terbaik dari tiap jenjang akan mewakili Sleman ke tingkat Provinsi DIY. Panitia menyediakan hadiah uang tunai mulai Rp1 juta hingga Rp1,75 juta beserta trofi dan piagam.
Rangkaian acara diawali Peringatan Hari Bersejarah Keistimewaan Yogyakarta di Monumen Jogja Kembali (Monjali) pada Jumat, 21 Agustus 2026 malam.
Acara diisi sarasehan bertema "Keistimewaan DIY: Sinergi Sejarah, Budaya, dan Tata Kelola Pemerintahan" serta pertunjukan musik kontemporer gamelan.
Memasuki September, Sleman menjadi tuan rumah Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026 pada 13–19 September di Lapangan Pemda Sleman.
Mengusung tema "BAHASA" dan tagline "AKSARA", FKY menyajikan pameran seni rupa, pasar seni, karnaval kolosal arahan koreografer Pulung Dance, hingga Kompetisi Bahasa dan Sastra (KBS) DIY.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media