Eksplore Jogja . 21/08/2026, 22:41 WIB

Lolos Seleksi UNESCO, Sleman Bersiap Menjadi Kota Film Dunia

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

jogja.fin.co.id - Kabupaten Sleman lolos seleksi nasional tahap II pengusulan nominasi anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027 untuk bidang film. Kabar membanggakan ini diperoleh dari Panitia Seleksi Nasional Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI.

Capaian itu menegaskan komitmen Kabupaten Sleman berkembang sebagai bagian dari jejaring kota film dunia. Sektor film, animasi, dan video ditempatkan sebagai strategi pembangunan ekonomi daerah.

Bupati Sleman Harda Kiswaya film bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, mengurangi pengangguran yang saat ini berada di angka 5 persen.

"Film jadi solusinya, harapannya menjadi ladang pekerjaan," ujar Harda Kiswaya di Sleman, Jumat 21 Agustus 2026.

Karena itulah, Kabupaten Sleman berkomitmen menjadi bagian dari jejaring kota film dunia melalui UCCN ini.

"Kami ingin membangun ekosistem perfilman yang inklusif, berkelanjutan, kolaboratif, dan berdaya saing global," ujarnya.

Terlebih Sleman memiliki fondasi industri kreatif yang tergolong lengkap. Fasilitas pendukung mencakup studio animasi, komunitas perfilman, lembaga pelatihan, perguruan tinggi, SMK, hingga lokasi produksi film.

Sleman sebelumnya telah ditetapkan sebagai Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia subsektor Film, Animasi, dan Video pada 2023 lalu.

Dia menambahkan, Sleman pernah menjadi lokasi syuting film internasional Beyond Skyline pada 2017.

Daerah ini juga menjadi tuan rumah ajang tahunan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) serta JAFF Market.

Infrastruktur fisik terus dikembangkan. Studio Alam Gamplong yang berawal dari lokasi syuting Sultan Agung dan Bumi Manusia kini beroperasi sebagai destinasi wisata edukasi.

Pemerintah daerah merencanakan revitalisasi Sleman Creative Space di Condongcatur menjadi Sleman Creative Park. Kawasan budaya terpadu Taman Budaya Sleman turut disiapkan sebagai ruang ekspresi komunitas film.

Pengembangan industri kreatif diarahkan memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Melalui Program Sleman Pintar periode 2022–2025, alokasi anggaran melebihi Rp13,5 miliar telah disalurkan.

Program tersebut melibatkan hampir 500 lulusan SLTA, khususnya dari keluarga kurang mampu, untuk menempuh pendidikan film, animasi, dan video.

"Anak-anak Sleman tidak boleh hanya menjadi penonton. Mereka harus menjadi pencipta, pekerja kreatif, animator, dan pembuat film," tegas Harda.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com