Selasa, 25 Agustus 2026
--°C --
-- · --
News

Sukses Kembangkan Digitalisasi Koperasi, Bupati Sleman Sabet Anugerah Nayaka Mahambara

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
24/08/2026, 14:00 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Sukses Kembangkan Digitalisasi Koperasi, Bupati Sleman Sabet Anugerah Nayaka Mahambara

Bupati Sleman Harda Kiswaya menerima penghargaan Bakti Koperasi Nayaka Mahambara pada Koperasi Awards 2026 di Jakarta.Foto:Dok.diskominfo

jogja.fin.co.id -Upaya memodernisasi tata kelola unit usaha masyarakat di Kabupaten Sleman membuahkan hasil di tingkat nasional. Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menerima penghargaan bergengsi Bakti Koperasi Nayaka Mahambara pada ajang Koperasi Awards 2026 di Caroline Astor Ballroom, The St. Regis Jakarta, Kamis malam 20 Agustus 2026.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi Republik Indonesia menyerahkan trofi sebagai apresiasi atas penguatan ekosistem dan transformasi digital yang berjalan di Sleman. Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah.

Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, menegaskan penganugerahan ini melihat konsistensi daerah dalam menjaga prinsip dasar ekonomi kerakyatan gagasan Proklamator Mohammad Hatta.

"Koperasi tempat usaha yang dibangun melalui kebersamaan dan gotong royong untuk meningkatkan kesejahteraan anggota serta masyarakat," ujar Ferry.

Transformasi pengelolaan menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Sleman. Perubahan ini dilakukan agar kelembagaan usaha warga mampu menjawab tantangan pasar modern.

Usai menerima penghargaan, Harda Kiswaya mengatakan capaian ini lahir dari dorongan regulasi, pendanaan, hingga pendampingan teknis di lapangan.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi informasi kini menjadi standar wajib dalam operasional harian.

"Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Koperasi telah melakukan berbagai program digitalisasi. Koperasi di Sleman harus menyesuaikan diri dengan kebutuhan saat ini, khususnya terkait tata kelola manajemen modern," tutur Harda.

Harda menambahkan, penerapan teknologi tetap mengacu pada prinsip dasar kebersamaan. Pembaharuan sistem administrasi dan transaksi keuangan dilakukan tanpa mengikis nilai sosial lembaga.

"Koperasi memegang sifat asli bangsa Indonesia yang memikirkan kepentingan bersama. Nilai gotong royong ini tetap menjadi landasan utama pembangunan ekonomi masyarakat Sleman," pungkasnya.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja