News . 22/10/2026, 17:10 WIB

Gegerkan Warga Munthuk Dlingo, Fenomena Api Keluar dari Tanah di Bantul Diselidiki DLH

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

jogja.fin.co.id – Fenomena alam membingungkan mendadak gegerkan warga Kalurahan Munthuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul. Kobaran api misterius mendadak muncul dan menyembur keluar dari balik sela-sela permukaan tanah di pekarangan warga.

Peristiwa langka ini mendadak ramai usai rekaman video berdurasi 56 detik milik akun yihaa010 diunggah ulang oleh akun Instagram @yogyakarta_josjis dan @merapi_uncover.

Dalam video yang beredar, titik api terlihat terus menyala dari dalam celah tanah kering tanpa ada sumber pembakaran sampah di sekitarnya.

Sontak, fenomena tersebut memicu beragam spekulasi publik. Sebagian warga mengaitkan kejadian ini dengan potensi sumber gas alam terperangkap, mirip fenomena pembentukan gas fosfin dan hidrogen alami yang pernah diteliti tim ahli Universitas Gadjah Mada (UGM) di wilayah Sleman.

Penjelasan Ilmiah Penyebab Tanah Mengeluarkan Api

Tinjauan ilmu geologi dan lingkungan mencatat fenomena munculnya api dari dalam tanah umumnya dipicu oleh beberapa faktor alami maupun aktivitas manusia:

Pelepasan Gas Rawa / Biogas (Gas Metana): Pembusukan sampah organik atau vegetasi purba yang tertimbun lama di bawah tanah dapat menghasilkan gas metana ($CH_4$).

Di tengah cuaca panas atau gesekan tanah, gas ini sangat mudah terakumulasi dan menyala saat keluar menembus retakan tanah.

Gumpalan Gas Fosfin dan Hidrogen: Reaksi kimia alami dari pembusukan bahan berunsur fosfor di tempat tertutup tanpa oksigen dapat membentuk gas fosfin ($PH_3$).

Gas ini memiliki sifat alami mudah terbakar secara spontan ketika bersentuhan langsung dengan udara bebas (spontaneous combustion).

Kebakaran Bawah Tanah (Subsurface Smoldering): Pembakaran sampah lama atau sisa akar pohon di bawah permukaan tanah yang tidak padam sempurna dapat menyisakan bara.

Bara ini terus merambat di dalam tanah kering dan baru memunculkan lidah api saat mendapat suplai oksigen dari celah tanah.

Kebocoran Instalasi Pipa Gas: Jalur perpipaan gas bumi atau rembesan gas alam dangkal (biogenic gas) yang berada di sekitar pemukiman warga juga berpotensi menerobos lapisan tanah tipis.

Merespons kehebohan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul bergerak cepat menurunkan tim teknis menuju lokasi kejadian untuk melakukan verifikasi dan penelusuran lapangan.

Kepala DLH Kabupaten Bantul Bambang Purwadi Nugroho menegaskan pihak berwenang masih melakukan investigasi mendalam untuk memastikan pemicu utama kemunculan api tersebut.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com